AVO Super Siap Mengatasi Pandemi, Prof.Tamin Pardede:”Kuncinya hanya ada di pengendalian lingkungan berbasis biokimia..

INFO’PERS

Foto: AVO Super Mahakarya Prof.Tamin Pardede Mengatasi Covid-19, Istimewa

Jakarta|www.infopers.com– Meskipun saat ini pulau Jawa dan Bali menerapkan aturan Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Profesor Tamin Pardede menjelaskan bahwa Lockdown dan Vaksin adalah solusi semu yang tidak akan memberi hasil yang maksimal.

“Kuncinya hanya ada di pengendalian lingkungan berbasis biokimia molekuler metodologi alkemi. Sayang sekali, banyak manusia yang tidak mengeksplorasi akalnya dalam menyikapi masalah ini,” ungkapnya. (Dilansir dari keterangan tertulisnya, Jakarta/selasa, 06.07.2021)

Seperti halnya negara Malaysia yang sudah menerapkan Lockdown, bahkan sudah sebulan, lockdown di negara Malaysia, kasus Covid-19 malah kembali meningkat.

Terkait hal tersebut, Ia juga menjelaskan berikut dengan kisah mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan istri yang baru saja ini viral, meski sudah di vaksin di Berlin(Jerman) tetap terpapar Covid-19. “Mau apapun jenis vaksinnya tidak akan pernah bisa berhasil menjadi solusi bagi penanganan pandemi ini,” pungkasnya.

Sementara itu, menghadapi pandemi sebab Covid-19 ini guna meminimalisir bahkan menuntaskan nya, Prof.Tamin Pardede juga menawarkan cara efektif yaitu dengan pengendalian lingkungan berbasis biokimia molekuler metodologi alkemi.

Dalam penjelasannya meng-klaim, kendali lingkungan adalah kekuatan utama para Nabi, baik para Khalifah, para pemimpin kafir, Dajjal dan sebagainya. Sebab, berbicara kendali lingkungan, maka menuntut adanya kekuatan dan kemampuan atau instrumen yang digunakan untuk mengendalikan lingkungan tersebut.

“Nah! bila mau jadi pemimpin baik versi lurus atau bengkok, ya harus punya instrumen tersebut, kendali lingkungan. Kalau tidak punya instrumen maka lebih baik diam,” ungkapnya.

Mahakarya Prof.Tamin Pardede sendiri yang terbaru saat ini adalah AVO Super. AVO ini bukan cuma cerita mengenai anti virus dan jualan atau dangangan semata. AVO adalah instrumen utama kendali lingkungan.

Baca Juga  Peresmian Lapangan Serbaguna, Joel Simbolon : "Semoga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan berbagai aktivitas di berbagai bidang"

“Kalian mungkin dengan mudah serta merta mengangap (Mr.)Bill Gate punya ambisi kendalikan lingkungan dengan sepak terjangnya,” katanya.

Padahal menurut nya, Bill Gate bukanlah seperti yang dimaksud banyak orang, baginya Bill Gate cuma punya banyak uang yang uang nya sendiri tidak lama akan tidak berharga alias tidak laku, “Tapi perhatian kalian terhadap Bill Gate, WHO, IDI dan lain-lain sangat besar dan berlebih, sangat khusyu memantau sepak terjang orang ini. Bill Gate itu punya kemampuan Apa?” Ujarnya.

“Saya, InsyaALLAAH benar-benar menguasai tekhnologi kendali lingkungan, sehingga saya faham bagaimana cara mudah, murah meriah dalam mengendalikan lingkungan,” ujarnya.

Prof.Tamin Pardede juga sudah membuktikan dan memberikan contoh saat mengendalikan lingkungan lahan yang kerap terbakar setiap tahun nya kala itu, apalagi saat karhutla di Riau.

“Pakai cara apa untuk menyelesaikan kasus tersebut, kalau tidak dengan cara kendali lingkungan?, Saya harus berkomunikasi lebih dahulu dengan mahluk-mahluk penghuni lahan gambut agar saya mendapatkan solusi yang benar-benar tepat, saya juga harus membangun hubungan batin dengan lahan tersebut agar mereka memberikan masukan yang tepat sehingga tersolusikan semua,” urainya menceritakan kisahnya.

Kesimpulan nya dalam hal ini juga mengatakan bahwa semua mahluk hidup seperti hewan, tanaman bahkan di dunia ghoib seperti jin, sejatinya semua nya bisa diajak untuk berdialog. “Bukan dengan cara sok pinter, sok ngerti dan sok pakar ataupun sok ahli,” paparnya.

Semua hal tersebut sebaiknya diajak dialog demi menemukan solusi yang tepat, tidak cukup hanya dengan ‘sok pintar’ mengatasi semuanya.

Pasalnya, kendali lingkungan yang paling efektif adalah ketika dia dibangun atas hubungan emosional antar mahluk, yang menyebabkan ikatan energi kasat mata yang tidak diketahui kecuali oleh para pakar alkemi. “Kalau cuma pakar abal-abal gak akan faham hakekat dibalik materi,” pungkasnya.

Baca Juga  Kemkominfo Gelar Webinar TV Digital Ragam Bahasa

Dalam hal ini dia pun menghimbau agar hasil ciptaan dia yang terbaru, sebelumnya AVO ++ sekarang menjadi AVO Super diterapkan yang mana dalam hal ini dapat sebagai salah satu solusi menghadapi Pandemi.

“InsyaALLAAH akan segera berjalan ujicoba AVO super sebagai instrumen pencegah virus dalam skala RT. Dengan menggunakan perbandingan before after penggunaan AVO sebagai disinfektan model fogging. BismiLLAAH,” pungkasnya.

Mirisnya lagi ihwal Pandemi ini, Prof.Tamin Pardede juga merasa geli dengan dilema yang dihadapi global saat ini, yang mana hanya dalam 4 minggu sudah menyebar ke 30 negara corona virus (Covid-19) varian baru yang lebih cepat penularan nya.

“Hanya dalam 4 minggu sudah menyebar ke 30 negara, tekhnologi apalagi yang bisa kalian andalkan??? Makanya saya mengelitik jiwa-jiwa yang cerdas untuk segera melakukan kendali lingkungan berbasis AVO, ternyata hanya Bu Yuli yang cepat tanggap (merealisasikannya),” pungkasnya lagi.

(’Redaksi Media InfoPers: Brt.S/ dilansir dari ket.tertulis  Prof.Tamin Pardede, Foto:Istimewa)

Saksikan juga video dibawah ini apresiasi atas AVO Super dilansir dari youtube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *