TEGAS, Berikut Pernyataan Sikap Raja Agung Nusantara Sikapi Ihwal yang Menyudutkan Institusi Polri 

Foto : Tampak Posisi Tengah Raja Agung Nusantara Ketum DPP GMPRI, Ist

INFO’PERS

Hidup Mahasiswa Indonesia…..!!!
Hidup Pemuda Indonesia….!!!
Salam Indonesia Gilang – Gemilang…..!!!

Foto : Istimewa

Jakarta|www.infopers.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat(DPP) Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), Raja Agung Nusantara angkat bicara mengenai peristiwa yang menimpa bahkan menyudutkan institusi Kepolisian Republik Indonesia (POLRI).

Berdasarkan analisa dan kajian pihaknya di DPP GMPRI, bahwa ada beberapa lembaga, organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta beberapa para Aktivis serta tokoh politik yang mengharapkan agar Institusi Polri supaya kembali di bawah Naungan TNI dan dibawah Komando Kemendagri hingga mirisnya sampai ada pernyataan menginginkan agar Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo di Nonaktifkan.

Menyikapi akan berbagai perihal tersebut, Raja Agung Nusantara menegaskan bahwa hal tersebut adalah suatu kemunduran dan dinilai sebagai cara berpikir yang kurang bijaksana.

Bahkan menurut pandangan dan kajian DPP GMPRI seharusnya Institusi Polri harus dijaga dan didukung sebab kiprahnya harus diakui yang sudah berjasa dan mempunyai kontribusi besar untuk bangsa dan negara.

“Jangan sampai karena ulah dari beberapa oknum Polisi yang berbuat salah sehingga dengan mudah menjastifikasi(menyudutkan)institusi Polri yang sangat besar dan terhormat ini. Seolah-olah karena perbuatan beberapa oknum Polisi yang salah sehingga menjastifikasi Polri yang salah dan memberikan stigma negatif yang berlebihan, ini adalah cara pandang dan cara berpikir yang tidak bijaksana dan tidak adil serta tidak memandang secara objektif,” pungkasnya mengatakan saat diskusi bersama DPP GMPRI di Jakarta, kamis (01/9/2022)

Foto ; Tampak Raja Agung Nusantara Jas Hitam Kemeja Putih , Istimewa

Lanjutnya lagi mengatakan, bahwa banyak juga orang-orang yang sangat baik dan dermawan dari kalangan Polri, bahkan ada dari kalangan orang Alim, Ulama dan para Ustaz dan Para Hafiz yang membina Pondok Pesantren, Panti Asuhan, bahkan membina dan membangun masjid dari kalangan personel Polri, itu artinya bahwa Institusi Polri masih baik baik saja.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

“Makanya saya atas nama Raja Agung Nusantara Ketua Umum DPP GMPRI meminta kepada seluruh Rakyat Indonesia, Pemerintah, lembaga Negara, para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, Para Pemuda dan Mahasiswa Seluruh Indonesia untuk mendukung dan mengapresiasi Kinerja Polri Khususnya Bapak Jendral Pol.Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri yang telah berdarah – darah untuk menaikkan Citra Polri dan Indonesia di mata nasional dan dunia Internasional,” pungkasnya.

Sebab perihal ini juga dikatakannya terkait atas pemberitaan kematian Brigadir Polisi Joshua Hutabarat yang akhir-akhir ini diperbincangkan oleh publik hingga mirisnya menyudutkan institusi Polri.(**)

(Redaksi: IPRI/Foto: Istimewa)