*REFLEKSI KEMERDEKAAN RI KE-79, TAHUN 2024*
Batam, 17/08/2024. Hari kemerdekaan merupakan sebuah momentum yang mendorong penerus bangsa untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Semangat ini akan memantik rasa patriotisme dan cinta tanah air dan menjadi sebuah identitas dan rasa tanggung jawab setiap jiwa yang yang pada akhir nya menjadi entitas bangsa.
Oleh sebab itu, perayaan Hari Kemerdekaan bisa menjadi kesempatan untuk melatih rasa syukur atas kenikmatan yang diperoleh saat ini sekaligus menjadi kesadaran untuk senantiasa mempertahankan kemerdekaan. Dapat direfleksikan bahwa arti merdeka untuk diri sendiri adalah konsep kebebasan individu untuk mengendalikan hidupnya, membuat keputusan sendiri, dan hidup sesuai dengan nilai-nilai, keyakinan, serta tujuan yang diinginkan tanpa terlalu dipengaruhi atau terbelenggu oleh tekanan eksternal.
Sedangkan makna Kemerdekaan berarti bangsa Indonesia memperoleh kebebasan yang seutuhnya, bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Sementara itu, definisi kemerdekaan menurut KBBI sendiri ialah sebuah kebebasan, lepas, tidak mendapat tekanan dari luar, tidak terjajah, dan lain-lain. Tentunya, makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi bangsa Indonesia adalah kebebasan. Negara Indonesia telah terbebas dari berbagai penindasan serta penjajahan asing. Yang berarti, Indonesia dapat menentukan nasib sendiri dan bebas menciptakan kehidupan berbangsa serta bernegara.
Kemerdekaan tidak hanya tentang bebas dari penindasan politik, tetapi juga bebas dari ketidaksetaraan sosial. Kemerdekaan adalah titik tolak yang mendorong kita untuk meraih potensi terbaik sebagai individu dan sebagai masyarakat.
Proklamasi Kemerdekaan adalah gerbang menuju negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dalam epistema bernegara, ada tiga kata kunci yaitu “merdeka, bersatu dan berdaulat”, menggambarkan kondisi bebas dari penjajahan klasik dan perubahan dari mentalitas kaum terjajah menjadi mentalitas yang merdeka. Adapun “adil dan makmur” menggambarkan harapan masa depan untuk bebas dari penjajahan modern, seperti ketidakadilan global, ketergantungan kepada negara lain, otoritarianisme, intoleran dan diskriminasi sesama warganegara dan sebagainya.
Baca Juga Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.
Tema yang diusung Pemerintah dalam merayakan kemerdekaan Indonesia ke-79 tahun 2024 adalah “Nusantara Baru Indonesia Maju”. Tema ini menggambarkan momen transisi besar bagi bangsa indonesia yakni Penyambutan Ibukota Nusantara, Pergantian Presiden serta semangat menuju Indonesia Emas 2045. bahwa Indonesia semangat untuk terus maju dan melaju sebagai bangsa yang merdeka dan beradab dalam semua lapangan kehidupan, baik dalam kehidupan ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Tema ini juga menunjukan tekad dan spirit perjuangan dalam mencapai kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Marilah kita jadikan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat juang, dan bersama-sama mewujudkan Nusantara Baru Indonesia Maju yang kita impikan. Selamat Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, *Dirgahayu Negeriku, Jayalah Bangsaku!* (red)
Views: 1,773