PLN UP3 Depok Sosialisasikan Bahaya Listrik Lewat Talkshow di RRI Jakarta

Berita1522 Views

Jakarta | Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan, PLN UP3 Depok menggelar talkshow bertema “Waspada Bahaya Listrik di Lingkungan Sekitar” di RRI Jakarta pada Rabu, 25 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi publik yang rutin dilakukan oleh PLN sebagai wujud tanggung jawab sosial dan komitmen menjaga keselamatan pelanggan.

Talkshow ini menghadirkan narasumber dari Tim Leader K3L & KAM PLN UP3 Depok, serta perwakilan dari ULP Cibinong dan ULP Depok Kota. Para narasumber mengulas berbagai bentuk potensi bahaya listrik yang kerap terjadi di lingkungan rumah tangga maupun fasilitas umum, seperti penggunaan kabel yang tidak sesuai standar, colokan listrik bertumpuk, hingga aktivitas di dekat jaringan listrik tanpa pengamanan yang memadai.

Manager PLN UP3 Depok, Gebyar Pandito, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya edukasi bahaya listrik secara berkelanjutan.
“Kami berharap melalui talkshow ini, masyarakat semakin sadar bahwa listrik yang tidak dikelola dengan benar bisa menjadi ancaman nyata. Dengan mengetahui risikonya, masyarakat dapat lebih waspada dan mengutamakan keselamatan dalam penggunaan listrik sehari-hari,” ujar Gebyar.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Tonny Bellamy, turut mengapresiasi langkah PLN UP3 Depok dalam mengedukasi masyarakat melalui media publik.
“Keselamatan pelanggan adalah prioritas utama PLN. Kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara unit pelaksana dan media untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Saya berharap seluruh unit induk distribusi dapat mengikuti jejak yang baik ini,” pungkas Tonny.

PLN mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan instalasi listrik yang sesuai standar, memeriksa kondisi kabel dan peralatan secara berkala, serta segera melaporkan ke PLN jika menemukan potensi bahaya di sekitar jaringan listrik.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.