FPKN Indonesia Menyerukan Ciptakan Suasana Damai, Sejuk dan Toleran, Hindari Anarkisme

Berita1955 Views
Foto Bersama dengan FPKN Indonesia, Ist

INFO’PERS

Foto:Istimewa, Ist

Jakarta |www.infopers.com— Keberagaman budaya, suku, bahasa dan agama di Indonesia bukan suatu kebetulan melainkan pemberian dan ijin Tuhan Yang Maha Esa. Ada enam agama resmi Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu serta ratusan bahasa daerah dan budaya yang berbeda di seluruh seantero nusantara.

Pembenturan dan pembelahan sosial ditengah masyarakat isu agama rentan dipakai oleh kelompok tertentu maupun individu di Indonesia. Namun, masyarakat sangat memahami dan mengerti akulturasi budaya dan kearifan lokal yang melekat pada masyarakat sebagai jati diri bangsa.

Forum Pemuda Kristen Nias Indonesia menyerukan kepada masyarakat luas agar tetap mendukung suasana sejuk, damai dan toleran serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang mengarah pada tindakan kekerasan, anarkisme dan radikalisme melalui diskusi publik terbatas yang diselenggarakan di Sadjoe Cafe Tebet, Jakarta, Sabtu (09/04/2022).

Pada diskusi tersebut, Paulus Gemma Galgani, Pengurus Pusat PMKRI 2020-2022 menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang penuh cinta dan kedamaian. Indonesia terbentuk bukan karena persamaan melainkan erbedaan yang menyatukan.

“Bung Karno pernah berkata “Jika kamu Islam jangan menjadi Orang Arab, Jika Kamu Kristen jangan menjadi Orang Yahudi, Jika Kamu Hindu jangan menjadi Orang India, Jika Kamu Budha jangan menjadi Orang China, Tetaplah menjadi Orang Nusantara” pungkas Galgani.

Bahkan, bila merujuk pada pernyataan Gusdur bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. Indahnya toleransi yang tercipta akan mendamaikan seluruh makhluk ciptaan di Nusantara.

Sementara Aktivis Sosial dan Kepemudaan Edizaro Lase mendorong agar generasi muda sebagai penerus bangsa terus dilakukan upaya edukasi publik terkait keberagaman, pluralisme dan toleransi agar situasi Indonesia tetap sejuk, damai dan toleran.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Pada kesempatan yang sama hadir Tokoh Muda Papua Marianus menyampaikan juga agar toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia tetap dijaga, dirawat dan dipelihara secara ketat oleh segenap jiwa dan tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kita tetap menghendaki masyarakat Indonesia tetap semangat bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(**)

REDAKSI: IPRI