3 Tahun Rembuk Pemuda Mendorong Partisipasi Generasi Muda di Sektor Pertanian

Jakarta, Infopers. com – Rembuk  Nasional Pemuda Indonesia ke-3 (RNPI-3)  yang  digelar 31 Oktober 2026 di The Tribrata Hotel, Jakarta Selatan.

Dalam kegiatan tersebut akan membahas isu ketahanan pangan dan regenerasi petani muda , dengan 3 poin utama:

1. Brigade Pangan Rembuk Pemuda
Ini program unggulan mereka. Tujuannya mendorong partisipasi generasi muda di sektor pertanian. Jaringan Rembuk Pemuda yang sudah di 29 provinsi didorong untuk terjun langsung jadi petani modern.

2. Ketahanan Pangan & Optimasi Lahan
Melanjutkan dari Rembuk ke-2 di Djakarta Theater, mereka membahas:
– Optimasi lahan rawa / lahan tidur dengan teknologi digitalisasi
– Bagaimana menurunkan biaya produksi sampai 50%
– Target swasembada dan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia

3. Rantai Pasok Pertanian untuk Program MBG
Ini yang paling baru. Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menyoroti program *Makan Bergizi Gratis (MBG)* pemerintah. Pertanian dikaitkan dengan ekonomi:

> Kebutuhan sayuran dari petani, serta ayam, telur, dan produk unggas dari pelaku usaha menjadi rantai pasok utama untuk menyukseskan MBG.

Selain 3 poin diatas ,Rembuk Pemuda membahas peluang usaha pemuda di desa sebagai pemasok MBG, plus rencana kolaborasi dengan KADIN dan pengembangan ekosistem desa wisata berbasis pertanian.

Tampak hadir Wamentan,Gubernur NTB dan Gubernur Lampung serta  Ketua Dewan Pembina .

Ketua Pelaksana Rembuk Pemuda ke-3, Sultan Rivandi, menyoroti tekanan ekonomi dan persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi generasi muda Indonesia. Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak muda tidak dapat dipisahkan dari kondisi kelas menengah yang juga tengah mengalami kerentanan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Sultan dalam kegiatan Rembuk Pemuda ke-3 yang berlangsung. Forum tersebut mempertemukan para pengurus pusat dan daerah dari berbagai wilayah Indonesia untuk bertukar gagasan serta merumuskan kontribusi generasi muda dalam pembangunan nasional.

Baca Juga  Di Forum MAI, Ponto Angkat Pulau Molosing sebagai Pusaka Sejarah dan Ekologi Bangsa

Dalam kesempatan itu, Sultan mengungkapkan bahwa hampir 10 juta orang mengalami penurunan status kelas menengah sepanjang periode 2019–2024. Meskipun sebagian besar tidak masuk dalam kategori masyarakat miskin, kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kerentanan ekonomi yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Nasib kelas menengah dan nasib anak muda adalah cerita yang sama. Keduanya tumbuh bersama dan keduanya pula sedang gelisah bersama,” ujar Sultan.

Ia menilai, persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan tersebut membutuhkan langkah konkret, salah satunya dengan memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam berbagai agenda pembangunan nasional.

Menurut Sultan, anak muda tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penonton dalam proses pembangunan. Sebaliknya, mereka perlu diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung, baik dalam perencanaan, pengambilan keputusan, maupun pelaksanaan kebijakan.

Ia meyakini generasi muda memiliki kapasitas, kreativitas, dan energi untuk memberikan kontribusi nyata apabila mendapatkan ruang dan kepercayaan yang memadai.

“Kami meyakini ketika anak muda dilibatkan dalam pekerjaan besar membangun negeri ini dari desa sampai ke kota, dari perencanaan sampai pelaksanaan, kami tidak akan menyia-nyiakannya,” katanya.

Lebih lanjut, Sultan mengajak generasi muda agar tidak terjebak dalam kegelisahan terhadap berbagai persoalan bangsa tanpa menghadirkan solusi. Menurutnya, keresahan harus ditransformasikan menjadi gerakan, aksi, dan kontribusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat Sumpah Pemuda sebagai warisan perjuangan generasi terdahulu. Semangat persatuan tersebut, kata dia, harus terus dihidupkan melalui kolaborasi dan kerja bersama dalam menjawab tantangan zaman.

“Jangan pernah kita warisi abunya Sumpah Pemuda, tapi kita harus mewarisi apinya Sumpah Pemuda. Mari berembuk, mari beraksi, mari berdampak,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan Rembuk Pemuda ke-3, Sultan berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antargenerasi muda dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus mendorong lahirnya inisiatif dan gerakan yang mampu menjawab persoalan sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan.

Baca Juga  BRI Sudirman 1 Gelar Program Sosial "Jumat Berkah" di Kawasan Sudirman, Kuningan, dan Sekitarnya

Ia menegaskan, keterlibatan pemuda dalam pembangunan tidak boleh berhenti pada forum diskusi dan pertukaran gagasan. Lebih dari itu, semangat rembuk harus diwujudkan dalam kerja nyata agar generasi muda dapat mengambil peran strategis dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia.

Related Posts

Baca Juga :