Universitadas Pelita Harapan (UPH) Gelar Doa Bersama dan Seminar Nasional

Berita, Nasional1588 Views

Seminar ini menghadirkan Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan & Praktisi Bisnis, James Riady.

Diawal acara Rektor UPH Jonathan L Parapak, manyampaikan bahwa tema Natal Nasional kali ini adalah kekeluargaan dan pendidikan. Menurutnya, aspek ini penting dalam mendorong kebahagiaan.

Tema natal kali ini supaya benar-benar kita memperhatikan keluarga dan khususnya berhubungan,” kata Jonathan.

komunikasi, dan demokrasi dalam keluarga menurutnya menjadi dasar bagi negara yang kuat. Pendidikan juga dipandang tidak terpisah dari keluarga.

“Tetapi dalam keluarga UPH juga hadir begitu banyak sekolah lebih dari 70 sekolah di seluruh Indonesia sehingga pendidikan jadi tema yang diangkat di dalam seminar nasional ini,” katanya.

Adapun tujuan lain dari Seminar Natal Nasional 2025 ini antara lain:

1. Mensyukuri penyertaan Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Natal Nasional RI Tahun 2025.

2. Membangun kesadaran akan peran strategis keluarga dalam merawat persaudaraan dan persatuan bangsa.

3. Menguatkan dialog dan kerja sama antarumat beragama dalam membangun keluarga Indonesia yang rukun, toleran, dan berkeadaban.

4. Menegaskan peran nilai-nilai agama, pendidikan, dan ilmu pengetahuan dalam membentuk pendidikan cinta di tengah keluarga dan masyarakat.

5. Memberikan wawasan dan refleksi kebangsaan melalui pemaparan tokoh nasional dan pemimpin agama.

6. Menerbitkan hasil seminar dalam bentuk buku sebagai legacy intelektual dan pastoral Natal Nasional 2025.

Baca Juga  Workshop Sketsa pada Rangkaian Pameran "Arsir Garis" bagian dari Apresiasi Arsitektur Vernakular

Selanjutnya Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan & Praktisi Bisnis James Riady mengatakan Natal Nasional ini harus diaplikasikan sesuai dengan salah satu nilai gereja yakni pelayanan sosial. Selain itu, diterapkan lewat pendidikan yang baik.

Pelayanan sosial bukan tujuan akhir melainkan sarana untuk membawa manusia pada Kristus. Menurutnya gereja harus aktif secara sosial tanpa kehilangan pusat iman.

“Hal-hal yang sementara, yang temporal, yang bisa dilihat, yang sepertinya nyata, atau sesuatu hal yang lebih daripada itu. Kita kejar yang kelihatan atau yang kekal.

James juga menyampaikan pendidikan dalam hal ini adalah proses penemuan. Ia mengajak siswa dan mahasiswa untuk tidak berhenti belajar.

“Tetapi pendidikan sejati adalah satu proses untuk penemuan, eksplorasi. Dan penemuan sejati harus membawa manusia kepada Allah yang menyatakan dirinya,” tegasnya.

Ditempat yang sama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait selaku Ketua Panitia Natal Nasional 2025 menyebut, seminar Natal Nasional 2025 telah digelar di 10 daerah lain sebelumnya. Selain seminar, ia juga mengatakan distribusi bantuan sosial telah diedarkan kepada banyak penerima.

“Oleh Pak James, begitu banyak dukungan publik, bahkan dari yang non-Kristiani untuk bantuan sosial sampai sekarang banyak yang belum bisa menyelesaikan distribusi bantuan sosial.

Maruarar akan memberikan modal usaha 200 juta  kepada 10 orang  Mahasiswa yang memenuhi syarat dan ingin menjadi pengusaha”, ujar Maruarar.