Tradisi Petik Laut Kampung BORMA Hidupkan Kembali Budaya Pulau Mandangin

Berita1254 Views

 

infopers.com – Sampang, Madura  Ribuan warga Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, memadati pesisir pantai dari Dusun Kramat hingga Pelabuhan Dermaga untuk mengikuti tradisi Petik Laut. Tradisi ini merupakan bentuk selamatan dan rasa syukur masyarakat nelayan, yang tahun ini digelar oleh warga Kampung BORMA.

 

Prosesi dimulai dengan arak-arakan jitek, yaitu wadah sesaji berisi kepala sapi dan berbagai hasil bumi. Jitek diarak dari Lapangan Putra Mandangin menuju makam Bhujhuk Bangsa Carah untuk tahlil dan doa bersama. Setelah itu, jitek dibawa keliling desa sebelum akhirnya dilarung ke laut barat daya Pulau Mandangin.

 

Suasana menjadi meriah. Ribuan warga berbondong-bondong datang ke tepi pantai untuk menyaksikan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun dan sangat lekat dengan kehidupan masyarakat nelayan Mandangin.

 

Suasana menjadi meriah. Ribuan warga berbondong-bondong datang ke tepi pantai untuk menyaksikan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun dan sangat lekat dengan kehidupan masyarakat nelayan Mandangin.

 

Ketua panitia, H. Jauhari, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai sejak Jumat (12/9). “Kegiatan diawali dengan arak-arakan jitek, musik tradisional, hingga pelarungan sesaji. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, diikuti oleh ribuan nelayan baik perahu besar maupun kecil,” terangnya.

 

Setelah pelarungan, acara dilanjutkan dengan istighosah bersama di lapangan dan ditutup dengan pengajian umum. “Semua kegiatan ini semata-mata sebagai wujud syukur dan doa agar hasil laut Pulau Mandangin semakin melimpah,” tambah Jauhari.

 

Ia menegaskan bahwa biaya pelaksanaan Petik Laut sepenuhnya berasal dari swadaya dan gotong royong warga Kampung BORMA di Dusun Kramat, tanpa bantuan pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

 

Hal senada disampaikan oleh Doni, calon Kepala Desa Pulau Mandangin. Ia menilai tradisi Petik Laut perlu terus dilestarikan. “Semoga memberikan kemudahan bagi para nelayan, apalagi saat ini sedang musim paceklik. Kami bangga atas semangat warga BORMA yang berhasil menghidupkan kembali tradisi ini setelah vakum sejak 2022,” ujarnya.

Baca Juga  Muktamar X PPP, Agus Suparmanto Menang Secara Aklamasi

Menurutnya, kekompakan warga menjadi bukti nyata bahwa jika masyarakat bersatu, tidak ada yang mustahil. “Semoga Petik Laut bisa menjadi agenda tahunan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, sekaligus menjaga kelestarian budaya dan keberkahan laut,” tutup Doni.