
INFO’PERS
{Tesk Foto: Ganjar Pranowo Gub.Jawa Tengah Bersama Mami Wati Papua, Ist}
INFOPERS Tokoh Perempuan Merah Putih Papua Wati Kogoya mengunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda dan ulang tahunnya.
Kunjungan tokoh perempuan asal Papua ini yang populer disebut Mama Wati Kogoya memiliki makna yang sangat penting.
Pada momentum peringatan hari sumpah pemuda sekaligus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ganjar Pranowo.
Selain doa restu dari seorang mama Papua untuk Pak Ganjar.
Dengan simbol-simbol merah putih yang selama ini diperjuangkan beliau juga sekalian mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Karna tidak sedikit pihak-pihak lain yang selama ini mengusik semangat persatuan, pluralisme, kebersamaan dan kebhinekaan diantara sesama saudara sebangsa dan setanah air khususnya di tanah Papua.
Mama Wati Kogoya dulunya sangat getol dan bersuara keras memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua. Namun sekarang ia melakukannya dengan cara-cara damai dan humanis.
Pada pertemuan dengan Ganjar Pranowo mama memberikan karya tangannya langsung berupa tas noken, peci dan masker rajutannya dengan warna merah putih.
Tentu saja peci dan masker berwarna merah putih sangat memiliki makna dan arti yang sangat penting, strategis dan bernilai tinggi.
Mama Wati sendiri merasa sangat terharu dengan kesederhanaan dan keramahan seorang Ganjar Pranowo.
Akhirnya kerinduan mama untuk bertemu pak ganjar terobati, ungkap Mama Wati Kogoya, Kamis (28/10/2021).
Diharapkan semangat merah putih masyarakat Papua untuk Indonesia tidak diragukan lagi dalam mengawal Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45.
Kemudian, pemimpin masa depan Indonesia yang berkarakter nasionalis, visoner, merakyat dan berkomitmen tinggi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia tanpa diskriminasi.
Baca Juga Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.
Laporan: Bar/Foto:Istimewa
Post Views: 1,501