Peringatan Isra Mi’raj 1447 H: Dr. Syarif Hamdani Alkaf Tekankan Esensi Shalat sebagai Fondasi Kehidupan

Berita, Organisasi, Tokoh1319 Views

BANJARMASIN – Pendiri Majelis Ilmullah Mahabbatul Wujud Annubuwwah Alkaf, Dr. Syarif Hamdani Alkaf, S.H., M.H., menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara khidmat ini berlangsung pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, di Komplek Gilang Persada, Banjarmasin Utara.

Dalam tausiyahnya, Dr. Syarif menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen penting bagi umat Islam untuk memperdalam keimanan. Ia menekankan bahwa inti dari peristiwa besar ini adalah perintah shalat lima waktu yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT.

Rahasia Spiritual di Balik Isra Mi’raj

Dr. Syarif menjelaskan bahwa Isra Mi’raj terdiri dari dua bagian perjalanan agung: Isra, perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dan Mi’raj, kenaikan Rasulullah menuju Sidratul Muntaha melewati tujuh lapis langit.

“Peristiwa ini adalah mukjizat luar biasa sekaligus hadiah dari Allah untuk menghibur Rasulullah. Namun lebih dari itu, esensi utamanya adalah kewajiban shalat—satu-satunya ibadah yang diperintahkan Allah secara langsung tanpa perantara malaikat Jibril,” ungkapnya.

Beliau juga membedah makna mendalam dari setiap waktu shalat yang dikaitkan dengan sejarah para Nabi:

  • Subuh: Rasa syukur Nabi Adam AS atas terbitnya fajar setelah kegelapan malam.

  • Dzuhur: Syukur Nabi Ibrahim AS atas keselamatan putranya, Nabi Ismail AS.

  • Ashar: Syukur Nabi Yunus AS setelah selamat dari perut ikan paus dan empat kegelapan.

  • Maghrib: Syukur Nabi Isa AS dalam menetapkan keesaan Allah.

  • Isya: Syukur Nabi Musa AS atas pertolongan Allah dari berbagai kesedihan dan ancaman Firaun.

Shalat Sebagai Penjaga Akhlak

Lebih lanjut, Dr. Syarif menegaskan bahwa shalat adalah proses penyucian jiwa. Ibadah ini bukan hanya ritual fisik, melainkan sarana untuk melatih kedisiplinan, kesabaran, dan kejujuran.

“Shalat adalah fondasi. Sehebat apa pun amal sosial atau sedekah seseorang, semuanya akan rapuh jika shalatnya diabaikan,” tegas Dr. Syarif.

Mengakhiri acara, beliau berharap peringatan Isra Mi’raj tahun 2026 ini membawa keberkahan bagi masyarakat luas dan memotivasi umat untuk tidak meninggalkan shalat dalam kondisi apa pun, baik sehat maupun sakit, sebagai wujud nyata penghambaan kepada Sang Pencipta.

Baca Juga  Somasi Berlanjut ke Pelaporan Resmi, Forum Lestari Indonesia DPD Sumut Minta Dugaan Pencemaran di Medan Diusut Tuntas

Dr. Syarif Hamdani Alkaf