Tangsel Creative Foundation Soroti Tumbuhnya Ekosistem Musik dan Komunitas Kreatif Tangsel

Berita2130 Views

Infopers.com – Ekosistem musik di terus bergerak dinamis. Hal itu terlihat dalam gelaran Jejaring Musik Tangsel: Kontak Jodoh & Karier yang berlangsung di Open Door, Flavor Bliss Alam Sutera , Sabtu (2/5/2026)

 

Kegiatan yang diinisiasi melalui Pop Hari Ini dan Jajal Panggung itu menjadi ruang kolaborasi bagi musisi, produser, komunitas, hingga pelaku industri kreatif untuk saling terhubung dan membangun peluang kerja sama secara langsung.

 

Berbeda dari forum musik pada umumnya, acara ini menghadirkan konsep networking experience yang mempertemukan peserta dengan para praktisi industri melalui sesi meetup dan diskusi personal. Peserta dapat berkonsultasi langsung terkait produksi musik, distribusi karya, manajemen artis, hingga pengembangan karier di industri kreatif.

 

Sejumlah pelaku industri dan institusi kreatif turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya SAE academy, Tspace, Sandwich Attack, Kolektif Piringan Hitam, Asosiasi Manajer Musik, Pop Hari Ini, Earhouse, Elora Zine, dan banyak lagi serta bersama berbagai studio musik dan komunitas kreatif lainnya

 

Wakil Wali Kota mengatakan kegiatan seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana komunitas kreatif mampu membangun ekosistem yang sehat dan produktif.

 

“Acara ini bagus dan konkret karena teman-teman bisa bertemu langsung dengan ekosistem musik. Saya mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ke depan bisa digelar rutin dengan skala yang lebih besar,” ujar Pilar.

 

Menurut dia, ruang kolaboratif semacam itu penting untuk membuka akses bagi generasi muda agar lebih dekat dengan industri kreatif sekaligus memahami peluang yang tersedia di dalamnya.

 

Sementara itu, menyebut Jejaring Musik Tangsel lahir dari kebutuhan untuk memperkuat koneksi antar pelaku industri musik lokal yang selama ini berjalan secara terpisah

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

 

“Jejaring Musik Tangsel menunjukkan bahwa seluruh komponen dalam ekosistem musik saling berkaitan dan hubungan itu harus terus diperkuat,” kata Anto.

 

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota melalui Staf Khusus Wali Kota Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif . Ia menegaskan pemerintah hadir untuk memfasilitasi ruang tumbuh bagi komunitas kreatif.

 

“Pemerintah hadir untuk mendukung kerja kolektif komunitas. Ide, konsep, jejaring, hingga narasumber lahir dari komunitas itu sendiri, dan pemerintah berupaya membuka ruang agar gerakan kreatif seperti ini terus berkembang,” ujar Hilmi.

 

Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana ekosistem musik lokal di mulai berkembang tidak hanya sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan pengembangan industri kreatif berbasis komunitas