Sarasehan Nasional Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU)

Berita, Politik1015 Views

Jakarta ,Infopers.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Sarasehan Nasional Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU)  di Hotel Sahid Jakarta, Senin 30Januari 2023.

Muhaimin Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pidatonya mengatakan melalui forum sarasehan ini, kami akan minta para pakar dan para tokoh untuk memberikan refleksi, sekaligus rekomendasi – rekomendasi khususnya rekomendasi politik untuk perjuangan PKB dan NU di masa yang akan datang.

Muhaimin  mengingatkan kembali dua fatwa atau warisan pendiri NU. Pertama dari KH Hasyim Asyari yang mengatakan “Siapa pun yang Berjuang dan Memperjuangkan NU, Maka Otomatis Menjadi Santriku” dan kedua dari KH Syamsuri yang mengatakan “Seluruh Hidupku, Aku Berjuang untuk NU”.

“Saya titip kepada seluruh masyarakat tidak pernah berhenti berjuang untuk NU,” kata Muhaimin.

Menurutnya NU menjadi bidan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia , NU sampai saat ini memiliki peran dan manfaat sangat besar untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

NU memiliki kepemimpinan kuat, kokoh, tradisi yang kuat, loyalitas, militansi, cinta, dan kekompakan terhadap pemimpin, terbukti berjalan dengan baik,

“NU merupakan organisasi besar sehingga kekuatan kepemimpinan menjadi faktor penting dalam perjuangan dan perjalanan organisasi”,tegasnya

Masyarakat NU banyak berkontribusi pada bangsa ini. Hanya saja, ia menyayangkan masih banyak warga nahdliyin yang belum beruntung secara ekonomi.

“Di tahun-tahun politik tentu satu saja, seluruh aspirasi warga NU yang grassroot-nya kuat, masih banyak yang belum beruntung secara ekonomi, pesantren-pesantren masih terbatas fasilitasnya, itulah perjuangan kita,” terangnya. 

Fahri Ali  sebagai narasumber dalam acara Haul tersebut menjelaskan sejarah NU di jawa , menurutnya NU ada di Jaman kerajaan, walau banyak ormas Islam tetapi NU ini yang sangat besar, makin kedepan makin berkembang , kreatif sampai sekarang.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

“NU dengan kultur pesantren yg kuat maka bisa berkembang dan besar seperti sekarang ini. Basis masa NU yang nota bene dari desa desa, pesawahan dan perkampungan itulah yang membuat NU kuat dan mengakar sampai sekarang. NU jumlahnya sampai hari ini sudah mencapai lebih dari 90 juta orang”.

Selain itu NU mempunyai  Pesantren yang cukup banyak di Indonesia,” jumlahnya sampai sekarang mencapai 1400 pesantren”, pungkas Fahri Ali.

(infopers.com)