Resonasi CDCC 2026 “Urgensi Merajut Kemajemukan Untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa

Berita, Organisasi1596 Views

Jakarta.Infopers.com – Center for Dialogue and Civization Cooperation mengadakan Konferensi Pers di Jakarta pada tgl 13 Januari 2026

Ketua CDCC  Prof Dim Syamsudin memaparkan bahwa Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa. Namun, kerukunan dan kebersamaan bukanlah sesuatu yang terwujud secara serta merta tapi harus direkayasa secara nyata. Walaupun derajat kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa relatif ada, namun kita tidak boleh menutup mata dan telinga akan adanya gejala dan gelagat keretakan baik yang disebabkan oleh sentimen primordial (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan atau SARA) maupun perbedaan kepentingan sosial ekonomi dan politik. Acapkali yang terakhir menjadi faktor picu yang mendorong muncul dan berkembangnya yang pertama. Jika hal demikian terjadi, yakni “perpecahan bernuansa primordial, maka konflik akan susah diatasi. Apalagi, disharmoni pada dataran horizontal antara warga masyarakat ini berhimpit dengan disharmoni pada tataran vertikal yakni kurang harmonisnya hubungan pemerintah dan rakyat, maka instabilitas dan integrasi bangsa menjadi ancaman nyata”, ujar  Prof Dim Syamsudin di Sahid Hotel ,Selasa (13/1/2026).

Dalam kaitan itulah, CDCC sebagai lembaga pengembang dialog dan kerja sama mengungkapkan keprihatinan. mendalam atas bekembangnya geiala dan gelagat “retaknya perahu besar bangsa”, dan mengingatkan semua pihak, baik Penyelenggara Negara maupun Organisasi-organisasi Masyarakat dan Partai-Partai Politik untuk mawas diri,melakukan muhasabah secara bersama-sama”, lanjutnya.

Akibat Fenomena ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat yang terjadi pada bulan Agustus dan awal September tahun 2025 yang lalu bukan masalah sederhana. Unjuk rasa diberbagai daerah terjadi karena kondisi dan masalah ketidakadilan ekonomi dan sosial secara luas, kecemasan kelas menengah dan tekanan ekonomi yang meluas di sektor informal dan golongan bawah. Pemantiknya tidak lain karena protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota DPR, kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam ‘engatasi kesenjangan ekonomi, pengangguran dan kenaikan biaya hidup. Secara ekonomi politik, ini merupakan isu tekanan distribusi ekonomi dan masalah persepsi keadilan publik. Dalam konteks ekonomi politik, tahun 2025 ditandai adanya tuntutan keadilan sosial dan kecemasan kelas menengah, yang menjadi pekerjaan rumah pada tahun 2026″, kata Dim Syamsudin.

Baca Juga  MADAS Nusantara Adakan Malam Refleksi , Akhir Tahun&Awal Tahun Baru

Jadi, ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun hanya di tingkat moderat, tetapi dimensi kwalitatasnya masih rendah dan akan terus diuji pada tahun 2026 ini. Secara makro, ekonomi Indonesia relatif stabil dan inflasi terjaga. Namun tantangan utama terletak pada kualitas pertumbuhan  antara lain  “penciptaan lapangan kerja formal yang terbatas, produktivitas yang tumbuh lambat, ketergantungan pada konsumsi domestik dan komoditas”, tegas Dim Syamsudin.

Agenda CDCC ke Depan: 

Setelah berhasil menyelenggarakan Forum Perdamaian Dunia Ke-9 (The Ninth World Peace Forum), 9-11 Nopember 2025, CDCC sedang menyiapkan beberapa agenda:

  1. Peringatan dua agenda PBB yaitu World Interfaith Harmony Week (WIHW) dan International Day of Human Fraternity (IDHF) atau Pekan Kerukunan antar Umat Beragama Dunia dan Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional, pada 8 Februari 2026. Kegiatan ini diseleng garakan bersama dengan Interreligi ous Council Indonesia dengan fasilit asi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI).
  2. Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wahana pengembangan saling pengertian dan kebersamaan di antara para tokoh pemuda lintas agama di negara-negara Asia Tenggara. Sesuai kesepakatan dengan Presiden Timor Leste Mr. Joseph Ramos Horta kegiatan ini akan berlangsung di Dilli pada Mei 2026.
  3. Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (MCM Malindo) Kedua. MCM Malindo adalah forum atau pertemuan para cendekiawan dan tokoh dari Malaysia dan Indonesia atas inisiatif Ketua CDCC, Prof. Dr. Din Syamsud din yang bertujuan membahas permasala han yang ada antara kedua negara, memperkuat landasan intelektual negara madani, dan ikut serta memajukan kehidupan umat Islam serantau.
  4. Madani Malindo diresmikan oleh Menteri Agama Malaysia pada Agustus 2025. Pertemuan kedua akan diadakan di Jakarta pada bulan Agustus 2026.