PLN ULP Sawangan Wujudkan Energi Hijau dengan Pemberian Sertifikat REC Kepada PT Zinus Global Indonesia

Berita1719 Views

INFO PERS

Foto : Istimewa

DEPOK – PT. Zinus Global Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi produk Spring Mattress dan Foam Mattress dengan berbagai ukuran, dan dalam untuk mewujudkan Perusahaan yang mampu mendukung energi berkelanjutan PT. Zinus Global Indonesia hari ini menandakan komitmennya terhadap energi hijau dengan menerima Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero) ULP Sawangan UP3 Depok yang bertempat di PT Zinus Global Indonesia.

Acara serah terima REC ini pun dihadiri oleh manajemen PT Zinus Global Indonesia, PLN UP3 Depok, PLN ULP Sawangan dan para tamu undangan lainnya.

REC adalah sertifikat yang membuktikan penggunaan energi terbarukan (EBT) dalam konsumsi listrik. Hal ini sejalan dengan komitmen PT.Zinus Global Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

“Kami sangat senang menerima REC dari PLN ULP Sawangan. Hal ini menunjukkan komitmen kami terhadap energi hijau dan upaya kami untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan,” kata Mr. Jason Lee selaku Direktur PT Zinus Global Indonesia.

Dengan layanan terbaik “Pemberian REC ini merupakan bukti nyata bahwa PLN berkomitmen untuk mendukung pelanggannya dalam beralih ke energi hijau,” kata Martha Adi Nugraha, Manager PLN UP3 Depok.

“Kami berharap PT Zinus Global Indonesia dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mengikuti jejak mereka dalam menggunakan energi hijau”, ujar Martha .

Menurut Susiana, dengan kerjasama ini menunjukkan bentuk sinergitas yang baik dalam hal pemanfaatan energi bersih melalui Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan PLN khususnya oleh PLN UID Jawa Barat selaku BUMN yang bergerak di bidang usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Susiana mengatakan, melalui kerja sama ini, diharapkan pelanggan dapat lebih mudah mendapatkan akses untuk pemanfaatan EBT maupun untuk memperoleh REC.

“Kami berharap ini merupakan langkah awal kita untuk bersama-sama menggunakan segala kemampuan, pengalaman, dan sumber daya yang kita miliki untuk saling membantu dan memberikan dukungan pada penggunaan EBT di Indonesia khususnya di Jawa Barat,” harapnya.

Redaksi Media : IPRI / www.InfoPers.com / Ist