Pimpinan LSM KCBI Kep.Nias Desak Kejaksaan Negeri Nias Agar Segera Panggil Para Terlapor Atas Dugaan Korupsi

Ket.Foto : Tampak kondisi pembangunan gedung balai sanggar seni serbaguna saat di Kep.Nias, Ist

INFO’PERS

Foto : Istimewa

Nias – Pimpinan LSM KCBI Kepulauan Nias mengharapkan Kepada Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli Sumatra Utara agar segera di Panggil. Terlapor Atas Dungaan Indikasi Korupsi Pada Pelaksanaan Kegiatan ADD/DD Tahun Anggaran, 2019 S/d 2021.

Di Desa Lolofaoso, Kecamatan
Hiliserangkai, Kabupaten Nias.
yang telah dilaporkan oleh Pimpinan Perkumpulan Lembanga Swadaya
Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Kepulauan Nias
pada tanggal, 8 Maret 2023 ke Jaksaan Negeri Gunungsitoli Jl.Soekarno
No.09 Kota Gunungsitoli, Sumatra Utara.

Desakan itu datang dari Ketua Pimpinan Perkumpulan LSM KCBI kepulauan Nias Haogoli Ndraha, yang beralamat Kantor Dusun III Desa Hiliweto Kecamatan Gido Kabupaten Nias.

Sekertaris LSM KCBI Kepulauan Nias, Yanuaman Waruwu bersama para rekanan kembali datang ke Jaksaan Negeri Gonungsitoli pada hari
Selasa Tanggal, 22/8/2023 untuk mendesak dugaan indikasi korupsi pada
pelaksanaan kegiatan Dana Desa di Desa Lolofaoso Kecamatan
Hiliserangkai Kabupaten Nias.

“Untuk Segera dipanggil para terlapor
pasalnya, kami pimpinan LSM KCBI Kepulauan Nias sudah berapa kali kami
datang di kantor kejaksaan negeri gonungsitoli untuk memberikan
keterangan terkait pengaduan kami,” ujarnya menjelaskan. (25/8)

Bukti hasil Audi/pemeriksaan
Inspektorat Kabupaten Nias photocopy telah kami serahkan sebagai
lampiran pengaduan.

Dalam hal ini, Kasi Intelijen Kejari Gunungsitoli saat di temui Ketua Pimpinan LSM KCBI Kepulauan Nias yang didampingin oleh sekertaris LSM KCBI Kepulauan Nias beserta didampingi para awak Media mengatakan bahwa
Laporan hasil Pemeriksaan telah diserahkan oleh pihak Inspektorat
Kabupaten Nias kepada saya sebagai Kasi Intelijen Kejari Gonungsitoli,
dan tidak terlalu lama kami memanggil kembali pihak terlapor.

Lanjut Tim Investigasi LSM KCBI Kepulauan Nias, Sekaligus masyarakat desa Lolofaoso kecamatan hiliserangkai. Danosokhi Halawa mengatakan
kepada awak media bahwa ini tugas LSM KCBI Kepulauan Nias sebagai fungsi sosial Kontrol, yakni melakukan pemantauan dan ivestigasi di lapangan sesuai dengan undang-undang yang berlaku LSM KCBI sangat mendukung dalam melaksanakan semua program pemerintah tentang Pemberantas Tindak Pidana Korupsi, KKN dalam penyelenggaraan pembangunan dan juga bidang-bidang lainnya.

Baca Juga  Pegiat Sosial dan Lingkungan Hidup, Junaidi : Dukung Kebijakan Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Menurut pantauan Tim Investigasi di lapangan sekaligus masyarakat desa Lolofaoso kecamatan hiliserangkai, pembangunan gedung balai Sanggar seni serbaguna di desa lolofaoso TA.2019 dengan nilai sebesar Rp.768.438.000.00 dan realisasi sebesar Rp.459.733.000.00 kemudian lanjut pembangunan gedung balai sanggar seni serbaguna Kembali dianggarkan pada APBDesa lolofaso TA. 2020 sebesar Rp.242.815.000.00 namun tidak dapat dilaksanakan.

Namun selanjutnya Tim Investigasi Danosokhi Halawa mengatakan pada
TA. 2021sudah dianggarkan kembali sebesar Rp.318.403.500.00 dengan
realisasi kegiatan pada pembangunan gedung balai sanggar seni
serbaguna sebesar Rp.33.171.600.00 untuk pembelian batu bata merah
sebanyak 15.796 buah, namun hasil fisik di lapangan proses pengerjaan
pembangunan gedung balai sanggar seni serbaguna di desa Lolofaoso di
duga tidak ada.

Dan kuat dugaan kami dari LSM KCBI Kepulauan Nias, kepada Kepala Desa
Lolofaoso tidak masuk logika yang sudah terealisasi sebesar Rp.459.733.000.00 sementara kondisi pembangunan gedung balai Sanggar serbaguna di desa Lolofaoso, kecamatan hiliserangkai, kabupaten
Nias, provinsi Sumatra utara yang sudah dilaksanakan sampai terbit berita
ini hanya tiang besi yang sudah didirikan atau yang sudah dikerjakan

“Dengan kondisi gedung balai sanggar seni serbaguna tersebut saat ini
tidak mungkin memakan biaya sebesar Rp.459.733.000.00. Kami memohon kepada penegak Hukum laporan dugaan indikasi korupsi pada pelaksana kegiatan dana desa di desa Lolofaoso harap segera di proses secara Hukum,” tandasnya menjelaskan.(*)

Redaksi Media : IPRI/ www.infopers.com/ Ist/ BlS

[ Ket.Foto : Tampak kondisi pembangunan gedung balai sanggar seni serbaguna saat di Kep.Nias, Ist ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *