Jakarta, Infopers. com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong pengembangan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai upaya meningkatkan daya saing daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktovianus M.M, mengatakan NTT memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari kain tenun tradisional hingga destinasi wisata alam dan warisan budaya yang tersebar di berbagai pulau.
Hal tersebut disampaikan Yohanes saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Kamis (22/10/2026). Ia menilai simposium nasional menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi NTT kepada masyarakat luas, termasuk di tingkat internasional.
Menurut Yohanes, keragaman suku dan pulau di NTT menjadi modal penting dalam mengembangkan identitas budaya sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.
“NTT itu punya begitu banyak kreasi, banyak identitas karena terdiri dari berbagai pulau dan berbagai suku yang ada di NTT,” ujarnya.
Tenun tradisional berpeluang memperluas pasar
Salah satu potensi unggulan NTT adalah kain tenun tradisional yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi. Yohanes menyebutkan, sejumlah produk tenun khas NTT telah memperoleh perlindungan kekayaan intelektual. Kain tenun dari Sumba Timur menjadi salah satu produk yang menonjol.
Pemerintah provinsi bersama dinas yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif terus berupaya membina kelompok perajin serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan memperluas akses pemasaran bagi para perajin lokal.
Yohanes juga menyampaikan bahwa pemasaran kain tenun NTT telah menjangkau pasar luar negeri, termasuk Belanda dan Prancis.
Pengembangan produk berbasis budaya dinilai penting agar kekayaan tradisional tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Wisata alam dan budaya menjadi kekuatan NTT
Selain produk kerajinan, NTT memiliki potensi pariwisata yang beragam. Labuan Bajo, Danau Kelimutu di kawasan Ende, Pulau Rote, serta tradisi megalitik di Sumba merupakan sejumlah daya tarik yang dapat dikembangkan.
Menurut Yohanes, karakteristik alam dan budaya yang berbeda di setiap wilayah menjadi keunggulan NTT dalam menarik wisatawan.
Keunikan tersebut juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif dan usaha masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Karena itu, pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan upaya memperkenalkan budaya lokal dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
Optimistis potensi daerah dapat dikembangkan
Yohanes mengakui bahwa persoalan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan per kapita masih menjadi tantangan bagi NTT. Namun, ia menilai kondisi tersebut perlu dijawab melalui pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan.
Ia optimistis NTT memiliki peluang untuk berkembang lebih baik karena didukung kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat yang belum seluruhnya dimanfaatkan secara maksimal.
“Memang itu dalam data benar. Mungkin itu perlu terus kita perjuangkan ke depan, dan kami optimistis. Kami mempunyai potensi yang sangat bagus, hanya sebelumnya masih belum banyak dikembangkan,” kata Yohanes.
Ia berharap pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, kekayaan budaya serta potensi wisata NTT diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.







