Konsorium Aktivis Jakarta Indonesia Mendesak Agar MenCopot Kepala BPJN Sultra dan Supaya Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi

Berita1320 Views

INFO PERS

Foto : Istimewa

JAKARTA – Massa yang tergabung dalam Konsorium Aktivis Jakarta Indonesia menggelar aksi unjukrasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta selatan (29/5).

Adapun seruan aksi tersebut, mendesak supaya mencopot kepala BPJN Sultra pun dengan menetapkan dia sebagai tersangka Atas dugaan pembiaraan proyek mangkrak reservasi jalan penghubung Sulawesi Tenggara (Sultra)- Sulawesi Tengah.

Adapun tuntutan didua titik aksi unjukrasa ini digelar mereka, diantaranya di depan gedung kementrian PUPR dan Gedung KPK RI Jakarta.

Berikut isi tuntutan para aksi massa yang mengatasnamakan Konsorium Aktivis Jakarta Indonesia.

“Petama kami, mendesak agar Menteri PUPR segera mencopot kepala BPJN Sultra Atas dugaan pembiaraan proyek mangkrak reservasi jalan Nasional di desa sanandete kab.konawe utara sehingga jalan poros tersebut lumpuh total yang menghubungkan Sultra – Sulteng,” ujar Akbar saat disela aksi unjukrasa berlangsung di depan gedung KPK RI, Jakarta,(29/5).

Begitu juga, mendesak KPK RI memanggil dan memeriksa kepala BPJN, PPK serta PT.MSP Atas dugaan tindakan pidana korupsi preservasi jalan nya Sulteng – Sabandete yang sampai hari ini mangkrak yang menelan anggaran hingga Rp.48.855.964.000.

Lanjutnya lagi menjelaskan tuntutan mereka, mendesak KPK RI menelusuri aliran dana proyek Presvasi jalan Sabandete Konawe utara – Sulteng diduga terjadi penyelewengan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara.

Redaksi Media : IPRI / www.InfoPers.com/ Ist

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.