Ilham Mendrofa, Solidaritas Orang Muda dan Pengabdian

INFO’PERS

JAKARTA–Pagi hari ini sowan ke kantor Bang Ilham Mendrofa semakin mempertegas dan melengkapi referensi saya bahwa pernyataan dan perkataan sehat merupakan nutrisi yang baik dan seimbang untuk kebutuhan pikiran positif. Kenapa tidak? Sekujur dinding ruang kerja Bang Ilham tertata rapi kalimat-kalimat positif dan sehat yang sangat menginspirasi, membakar semangat dan tidak sekedar memotivasi.

Salah satunya kalimat inspiratif dari pelawak kawakan almarhum Benyamin S yang berbunyi “kalau udah rezeki, gak akan kemana, tapi kalau gak kemane-mane, gimana dapat rezeki.” Sangat dahsyat kalimat ini bukan, penuh makna spiritual paling dalam, sederhana dan ciamik. Pernyataan-pernyaatan sehat semacam ini yang seharusnya mengisi dan memenuhi segenap ruang medsos netizen khususnya generasi muda.

Berbicara orang muda merupakan topik dan pembahasan yang sangat menarik untuk didiskusikan. Mengapa? Bangsa Indonesia belum tentu merdeka dari kekuasaan cengkraman kolonial pada kala itu jika para pemudanya tidak melakukan tindakan berani bahkan ekstrim dan terkesan konyol. Masih ingat peristiwa Rengasdengklok, tentu saja bukan?

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan “Menteng 31” terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik, dikutip dari Wikipedia.

 

Dari peristiwa sejarah yang sangat monumental ini membuktikan bahwa peran dan kontribusi para pemuda terhadap bangsa Indonesia patut diapresiasi dan dihormati.

Menurut Ilham Mendrofa, generasi muda harus menjadi penggerak transformasi sosial untuk kehidupan yang lebih sejahtera, maju dan unggul. Saya yakin dan optimis anak-anak muda sangat bisa menjadi lokomotif inovasi karena generasi muda kaya kreativitas, ide dan tenaga yang dipadukan dengan kekuatan teknologi berbasis digital. Sebab banyak produk platform digital dihasilkan oleh anak-anak muda, ujar Ilham Mendrofa di Jakarta, Jumat, (09/04/2021).

 

Hari ini juga bangsa Indonesia mendapatkan keberkahan yang sangat besar dari Gusti Allah yakni Indonesia mengalami yang namanya bonus demografi. Apa itu bonus demografi? Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana penduduk yang masuk ke dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Usia produktif yang dimaksud adalah berkisar antara 15 hingga 64 tahun.

Sebaliknya, jika bonus demografi ini tidak diperhatikan, dipersiapkan, dimanfaatkan, diberdayakan dan direncanakan sebaik mungkin maka hal ini akan menjadi beban dan musibah besar di masa yang akan datang.

Untuk itu, generasi muda harus dipersiapkan dan diperlengkapi sebaik-baiknya seperti kompetensi soft skill, kepemimpinan, pembangunan karakter, pemecahan masalah, enterpreneur, kepercayaan diri, mandiri dan visioner untuk kepentingan bangsa dan negara.(IPRI/Bar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *