Presidium Nasional Relawan Brigade Anies dibentuk dan siapkan Program Komunikasi Digitalisasi

Presidium Nasional Relawan Brigade Anies 2024 terbentuk sebagai Relawan untuk Mendukung Anies Rasyid Baswedan pada PILPRES 2024. Dan secara Musyawarah Menetapkan H. Taufik Amril SH, MH sebagai Kordinator Nasional dan Nova Fitriansyah SE sebagai Sekjen Relawan Brigade Anies. Hal itu dikatakan Ketua Umum BRINUS Brigade Nusantara, Endri Hendra Permana saat dihubungi media di Hotel Sofyan Betawi Menteng Jakarta Pusat Sabtu (15/10/2022).

”Kami membentuk Brigade Anies 2024, Brigade yang dibentuk ini bersifat Presidium untuk memberikan Wadah dan Ruang bagi Kader Brinus dan berbagai Tokoh Ormas dan Tokoh Masyarakat yang Bergabung pada Relawan Brigade Anies 2024 serta membentuk Kepengurusan Relawan Brigade Anies ditingkat Nasional , Propinsi hingga Kelurahan/Desa serta membuat program kerja dan membuat peta atau skema kemenangan dan konsolidasi’ . “Kita Brinus adalah Ormas besar bersifat nasional dan tersebar diseluruh Indonesia sampai Papua. Bukan hanya Brigade Anies 2024, tapi kami juga berikan keluasan secara demokratis kepada Anggota Brinus untuk membentuk Relawan Capres lain untuk Prabowo, Puan, Ganjar, Airlangga”, urai Endri.

“Kita ngopi ala Brinus, semua warna ada di Brinus, sangat demokratis. Selain demokrasi Indonesia, demokrasi juga ada di Brinus. Karena kebinekaan kita merdeka, sama dengan di Brinus menganut filosofi karena keragaman kita kuat. Berbeda bukan untuk bermusuhan, tapi berbeda untuk saling menguatkan.

Saat itu kalau kita tidak bersatu dari berbegai keragamaan, Indonesia tidak akan merdeka. Karena kita bersatu, olehnya kita merdeka. Jawa, Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, Aceh, Maluku bersatu, padahal tidak saling kenal satu sama lain.

Tapi ada semangat untuk merdeka, walau berbeda dan terputus laut dan gunung tapi harus bersatu untuk merebut kemerdekaan.

Baca Juga  Awas Arsitek Abal-abal, Arsitek Asli Memiliki SRTA

Demikian juga kepercayaan yang dianut bangsa Indonesia. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan lain sebagainya. Berbeda tapi menyatu dalam satu denyut Indonesia merdeka, kita jadi kuat dan mampu mengusir penjajah waktu itu.

Di Brinus kita terapkan prinsip politik dan cinta. Cinta itu membawah kedamaian. Walau berbeda dalam politik tapi karena ada cinta, tidak ada gesekan apapun di Brinus”, jelasnya.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *