Bangkitkan Nasionalisme, Stafsus Presiden Dukung Games Tradisional Nusantara Berbasis Digital

Berita, Catatan905 Views

INFO’PERS

[Foto: Pertemuan dengan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dalam rangka sosialisasi games tradisional nusantara berbasis digital,Ist]

Jakarta,www.InfoPers.com— Perkumpulan Pengusaha UMINDO Alisha Fianne Sanger temui Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dalam rangka sosialisasi games tradisional nusantara berbasis digital. Games tradisional nusantara ini bisa di download lewat play store dengan nama megames.

Megames ini hadir dilatarbelakangi oleh keprihatinan dimana pasar games dalam negeri dibanjiri oleh produk impor. Padahal potensi games tradisional nusantara sangat beragam dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu kami menginisiasi produk games tradisional nusantara ini agar masyarakat luas bisa peduli, merawat dan menggemari sehingga tidak punah, ujar Alisha Fianne Sanger di Jakarta, Kamis, (10/06/2021).

Selain itu, produk games tradisional nusantara ini bisa menyatukan dan mengokohkan persatuan bangsa yang sangat beragam dan plural karena ikatan emosional masyarakat sesuai daerahnya masing-masing. Aplikasi megames ini menyuguhkan permainan tradisional nusantara di 34 provinsi di Indonesia yang dikembangkan oleh PT. Aku Cinta Memiles.

Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar sangat antusias dan menyambut baik kehadiran PP UMINDO dan berkomitmen memberikan dukungan moral agar permainan tradisional nusantara ini bisa terawat dan terpelihara sebagai aset bangsa.

Billy Mambrasar menyampaikan apresiasi buat komunitas UMINDO yang menggerakkan dan mengembangkan permainan-permainan tradisional, kita harus kembali pada permainan tradisional karena bagian dari culture atau bagian budaya kita dan local wisdom serta meningkatkan kreativitas kita secara alami.

Jadi, saya mendukung penuh giat dan gerakan anak-anak muda Indonesia yang kembali menghidupkan permainan dan olahraga tradisional sebagai bagian sehari-hari dalam kehidupan kita, ujar Billy Mambrasar.(Br)

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.