Apresiasi Kesuksesan Indonesia Gelar KTT G20, Berikut Penjelasan Ketua FORKAMRI 

Foto : Albert Hama Ketua FORKAMRI, Ist

INFO’PERS

[ Foto : Istimewa ]

Jakarta,www.infopers.com- Pemerintah dinilai berhasil menjalankan Presidensi G20 Indonesia sepanjang 2022. Puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berhasil melahirkan Bali Declaration. Hal ini di apresiasi Albert Hama Ketua Umum Forum Cendekiawan Melanesia Republik Indonesia (FORKAMRI)dan juga Ketua Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Infonesia (DPP PA GMNI) serta tokoh muda dari Indonesia timur.

“Dalam penyelenggaraan, sampai saat ini sudah sukses. Karena sudah berjalan dan ada beberapa pertemuan seperti working grup, bilateral, dan pertemuan lainnya. Dari segi ini sudah berhasil,” kata Albert Hama saat di Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Menurut nya, menjadi tuan rumah untuk KTT G20 di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina bukan sesuatu yang mudah. Ketika 17 dari 20 kepala negara dan kepala pemerintahan anggota G20 hadir di konferensi, hal itu merupakan suatu pencapaian yang luar biasa.

“Indonesia bisa meyakinkan negara-negara G20 untuk hadir di Bali,” pungkasnya.

Poin keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20, lanjut Albert, juga datang dari ungkapan apresiasi sejumlah pemimpin negara, salah satunya Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

“Ada pernyataan terima kasih dan hormat atas kepemimpinan Indonesia selama satu tahun ini, karena komitmen pada upaya perbaikan ekonomi, kesehatan, dan perubahan iklim global,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, dengan keberhasilan Indonesia sebagai Presidensi G20, Indonesia akan disegani di mata internasional.

Para negara anggota G20 dan dunia memperhitungkan Indonesia, karena memiliki potensi sebagai kekuatan penengah.

“Konsensus-konsensus yang dihasilkan dalam forum di G20 mewarnai tata kelola ekonomi global dan tata kerja yang konkret untuk isu kesehatan, perubahan iklim, dan ekonomi digital. Ini harus terimplementasi nantinya, termasuk di tingkat nasional,” ujar Albert.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Ditambahkan nya lagi menjelaskan, peran media juga sangat penting untuk mengangkat dan menyiarkan tentang G20 dengan semua keberhasilannya.(***)

INFO’PERS/Redaksi Media

(Tonga/Foto : Istimewa)