Anggota PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu non-fraksi, I Wayan Adnyana : Pentingnya Keberpihakan Kepada Rakyat Dalam Setiap Kebijakan

Berita, Politik1568 Views

Jakarta,Infopers.com –  Anggota PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu non-fraksi, I Wayan Adnyana, menegaskan pentingnya keberpihakan penuh kepada rakyat dalam setiap kebijakan pembangunan. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan awak media pada hari kedua peringatan HUT ke-53 dan Rakernas I PDI Perjuangan yang berlangsung di Ancol, Jakarta, Minggu (11/1).

Menurut I Wayan Adnyana, berbagai konflik sosial yang terjadi di daerah pada dasarnya berakar dari perampasan hak-hak rakyat, khususnya terkait persoalan lahan. Ia menilai, apabila rakyat tidak diperlakukan secara tidak adil, maka konflik-konflik tersebut tidak akan muncul.

“Sudah banyak hak rakyat yang dirampas. Bahkan satu-satunya hak yang masih dimiliki rakyat pun terancam kembali dirampas. Persoalan lahan menjadi contoh nyata. Kalau rakyat tidak diapa-apakan, saya yakin konflik tidak akan terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan PDI Perjuangan meraih kemenangan dalam berbagai kontestasi politik tanpa mengandalkan praktik politik uang membuktikan kuatnya kepercayaan rakyat terhadap partai yang konsisten membela kepentingan masyarakat kecil.

“Buktinya PDI Perjuangan bisa menang tanpa money politic. Harapannya ke depan, perjalanan perjuangan ini semakin maju, semakin kuat, dan mampu menghadapi tantangan yang semakin sulit dengan tetap berpihak pada rakyat,” tegasnya.

I Wayan Adnyana berharap momentum Rakernas I dan HUT ke-53 PDI Perjuangan dapat menjadi penguat komitmen seluruh kader untuk terus mengawal hak-hak rakyat, menjaga keadilan sosial, serta memastikan pembangunan berjalan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.