Riung Wartawan Dua Tahun Badan Bahasa Dalam Angka, BPP : Usul Ke UNESCO(PBB) agar Indonesia Menjadi Tuan Rumah

Berita, Nasional1345 Views
Foto : Tampak Pertama dari Kanan Prof. E Aminudin Aziz saat memaparkan di acara ‘Riung Wartawan Dua Tahun Badan Bahasa Dalam Angka’, (Bar;IPRI)

 

INFO’PERS

Foto; Barto S(IPRI)

Tagerang|www.infopers.com – Badan Pengembangan dan Pembinaan(BPP) Bahasa yang merupakan salah satu unit utama di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) gelar acara yang bertema ‘Riung wartawan dua tahun badan bahasa dalam angka’

Penjelasan Prof.E Aminudin Aziz  BPP Bahasa, mengatakan sejak tanggal 8 Mei 2020 jumlah sumber daya manusia sudah ada sebanyak 1316 orang dengan wilayah kerja di Indonesia.

“Badan Bahasa yang sebelumnya bernama Pusat Bahasa mengusung moto ‘Badan Bahasa Bermartabat Bermanfaat” ujarnya saat menjadi keynote spekaker (pembicara utama) di acara Riung Wartawan di Swiss-Bell hotel Tagerang selatan, Jumat(01/7/2022)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia, BPP Bahasa diberi amanah untuk melakukan berbagai upaya, diantaranya

1. Memodernkan bahasa melalui pemerkayaan kosakata, pemantapan dan pembakuan sistem bahasa, pengembangan Laras bahasa, serta mengupayakan peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional;

2. meningkatkan mutu penggunaan bahasa melalui pembelajaran bahasa di semua jenis dan jenjang pendidikan serta pemasyarakatan bahasa ke berbagai lapisan masyarakat;

3. Menjaga dan memelihara kelestarian bahasa melalui penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pengajarannya;serta

4. Peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yang bertujuan untuk menunjukkan jati diri dan meningkatkan daya saing bangsa.

Menariknya, bahkan dari pemaparan dia juga mengatakan, dalam memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional yang dirayakan setiap tahun nya pada tanggal 21 Februari. pihak UNESCO sebagai badan PBB telah diusulkan agar Indonesia menjadi tuan rumah.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

“Semoga kita menjadi tuan rumah di momentum hari bahasa ibu Internasional,” pungkasnya.

Selain itu, dia juga mengatakan negara Indonesia yang memiliki bahasa daerah kedua terbanyak di dunia setelah Papua Nugini, pihak Badan Bahasa dengan program terbaik nya juga akan mengoptimalkan untuk melindungi dan melestarikan bahasa daerah.

Hal tersebut juga terpantau dari tagline yang ditulis Badan Bahasa seperti yang tertera di kaos oblong corak hitam(buah tangan) yang diberikan pada peserta yang hadir dalam acara, ‘Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing’

Sebab Indonesia merupakan negara Adikuasa di bidang Kebudayaan. Sebagai bangsa bercorak majemuk dengan latar belakang sosial yang beragam suku; ras, adatistiadat, budaya, bahasa dan agama, Indonesia memiliki Khazanah kebudayaan tersebut tersebar di seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote.

Sejatinya dalam hal ini pihak nya dengan program muktahir nya akan mengoptimalkan Revitalisasi Bahasa Daerah.

“Salah satunya dengan mendorong anak-anak untuk menulis baik cerita, puisi dan sebagainya dalam bahasa daerah dan kita akan membantu untuk menerjemahkan ke bahasa Indonesia dan disebarkan untuk seluruh Indonesia,” ujarnya

Perihal ini, katanya lagi, sudah salah satu upaya dalam melestarikan bahasa daerah.

Selain itu juga, sejak kepemimpinan dipegang Prof. Endang Aminudin Azis yang berjalan selama dua tahun terakhir, Badan Bahasa telah banyak melakukan berbagai kegiatan dengan media massa, di antaranya selain riung wartawan adalah anjangsana ke redaksi media massa arus utama dan media massa kampus, pelatihan bahasa laras jurnalistik, serta pembinaan bahasa lainnya.(**)

(IPRI/Bar)

Tonton juga video singkat nya