Workshop dan Penyusunan Kerangka Blueprint dan Roadmap Abad ke-2 Gerakan Perempuan NU

Jakarta ,Infopers.com –   Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  Yahya Cholil Staquf secara resmi membuka Program Workshop dan Penyusunan Kerangka Blueprint dan Roadmap Abad ke-2 Gerakan Perempuan NU (NU Women) di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/8/2022).

Ketua Organizing Committee (OC) NU Women Hj Zannuba Ariffah Chafsoh yang biasa dipanggil  Yenny Wahid menyampaikan bahwa  NU Women merupakan sebuah langkah progresif dalam menyikapi isu-isu perempuan. Selain itu, NU Women ini merupakan gerakan besar yang mempertemukan seluruh gerakan aktivis perempuan NU.

Ini merupakan sebuah langkah yang sangat progresif sekali. Tentunya kita sangat apresasi terhadap langkah yang ada.

“Perempuan NU ini sebenarnya ruang perjumpaan di antara banyak jaringan-jaringan NU. Selama ini memang sudah ada tetapi kita dipertemukan dalam sebuah gerakan besar,” ujar Yenny Wahid.

NU Women tidak hanya sekedar membuat workshop untuk menyusun berbagai agenda ke depan. Lebih dari itu, NU Women akan konsep pada persolaan persoalan seperti perubahan iklim hingga masalah kekerasan dalam rumah tangga.

Nanti ada beberapa kegitan kunci, salah satunya:  “pelatihan ekonomi, perhatian tentang kesadaran tantangan perubahan iklim, lalu kemudian tantangan global, persoalan seperti kekerasan dalam rumah tangga, perlindungann terhadap perempuan dan anak dan lain sebagainya,” terang Yenny Wahid.

Secara khusus menyoroti dampak pandemi yang telah melanda Indonesia selama dua tahun terakhir. Menurutnya, wabah pandemi turut menyumbang meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga.

Persoalan ini tentu tidak terlepas dari masalah komunikasi yang buruk. Dampaknya pasti yakni meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dalam kehidupan rumah tangga.

Menjawab berbagai persoalan tersebut, NU Women , tidak boleh hanya tinggal diam. NU Women mesti menyiapkan sistem untuk mencegah berbagai persoalan yang ada.

Baca Juga  KETUM BRINUS himbau Kader Brinus Memenangkan Potensi BRINUS yang Maju pada PILKADA 2024

“Jadi, ini fenomena global bukan hanya terjadi di Indonesia. Artinya ini harus direspon. Bagaimana menyadarkan para perempuan untuk meresponya secara pas. Lalu support sistem yang bisa mensuport ketika perempuan dan anak mengalami perundungan atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga,” tegas Yenny Wahid..

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh kurang lebih 60 aktivis perempuan NU se-Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari Sabtu-Minggu 20-21 Agustus 2022. (B/D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *