Pengamat PolBud: Dilema Pencapresan Anies Baswedan Pemilu 2024

Foto:David Darmawan Pengamat Politik & Budaya, (Ketum Betawi Bangkit), Istimewa

INFO’PERS

Foto: Istimewa

JAKARTA– Anies Baswedan eks Menteri Pendidikan dan Budaya menjelang pemilihan umum(Pemilu) 2024 mendatang, pastinya penuh pertanyaan akan kesiapan nya untuk maju calon Presiden 2024.

Hal tersebut ditekankan dengan pertanyaan oleh pengamat/pemerhati Politik dan Budaya (PolBud), David Darmawan yang cukup lebih dikenal sebagai Ketua umum organisasi kemasyarakatan Betawi Bangkit (Betawi B@nkit) yang juga Pendiri Perusahaan CEO PT. Socentix

“Bila melihat elektabilitas nya baik di media maupun di lembaga survey nama Anies cukup mumpuni,” pungkas David pria berdarah betawi yang mengecam pendidikan di luar negeri Eropa dan AS saat di Jakarta, rabu,(11/5/2022)

Sebab, lanjut tokoh yang juga Pendiri dan Dirut PT Agraris Betawi Global ini juga mengatakan, bahwa pencapresan Anies menurutnya sedikit dilema, Diantaranya seperti, partai apa yang akan mengusung nya sesuai syarat Ketentuan tentang ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold 20%).

Namun ia pun meyakini bahwa Anies Baswedan sang Gubernur DKI Jakarta ini paham betul perihal ini, begitu juga mengenai saingan pertarungan menjadi Presiden RI 2024 yang mana lawan tanding cukup sangat berat.

Apalagi bila yang maju kandidat tandem nya tersebut Ketum Partai Gerindra, Prabowo danĀ  Jokowi seperti yang sudah relawan Sekber deklarasikan untuk dukung pasangan tersebut maju Capres.

Paling dilemanya lagi, katanya juga, Apakah Anies Baswedan nekat untuk mewakafkan dirinya untuk maju Capres, bila kondisi nya seperti itu.

“Karena hal ini beda dengan era pilpres yang dialami oleh Pakde Jokowi 2014 lalu, yang mana beliau kala itu status cuti dari kursi gubernur DKI Jakarta, bila pun tidak menang beliau akan tetap menjadi gubernur kembali, karena cuti” ungkapnya.

Intinya, jelas dia, bahwa lawan bertarung nya dinilai tokoh-tokoh yang kuat dan hebat dan perihal ini dia anggap wajarlah sangat berat bagi Anies Rasyid Baswedan bila maju menjadi Calon Presiden, meskipun mendapatkan dukungan partai pengusung.

“Kuatir nya lagi, Presiden tidak jadi, gubernur apalagi, karena tidak mungkin mencalonkan dua posisi sekaligus. Yah, kalau saya rasa sih cukup banyak pertimbangan buat pak Anies pribadi untuk menang. Beliau juga paham itu, saya berharap semoga langkah yang terbaik yang di jalankan beliau, jangan tersugesti atau terlena dengan para fans relawan pendukung nya yang tidak membaca secara cermat kudu ada hitung-hitungan nya” paparnya.

Lalu smbungnya juga menjelaskan, bila membandingkan Anies Baswedan dengan tokoh-tokoh yang akan maju bakal Capres, menurutnya posisi Anies sungguh dilematis.

“Karena bila beliau maju cagub lagiĀ  untuk dua periode seperti nya potensi 90% sebab sang Petahana, tapi kalau untuk pilpres yang dipilih seluruh masyarakat Indonesia, berapa besar kemampuan suara yang bisa di raih, soalnya perihal pilpres sudah jelas seluruh rakyat Indonesia yang memilih,” terangnya.

Dia pun membandingkan dengan tokoh lainnya, seperti hal nya bila dibandingkan dengan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa tengah, yang sudah digadang-gadang orang banyak dan juga status nya sudah menjabat dua periode sebagai gubernur dan masa jabatan nya sudah selesai

Begitu juga bila dibandingkan dengan Menteri BUMN Erick Tohir, atau pun Menteri kordinator ekonomi Airlangga Hartarto, dan tokoh-tokoh lainnya.

“Kalau saya sih dalam hal ini ada rumus yang saya yakini bisa membuat beliau bahkan potensi jadi presiden maupun wapres gitu juga mengenai dipinang partai, dan juga mengenai layaknya berpasangan dengan siapa dan lainnya, karena politik adalah strategi mensiasati untuk mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa, namun semua itu ada jalan dan rumusan nya ,” tutup nya mengakhiri penjelasan nya.(**)

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *