Pegiat Sosial dan Lingkungan Hidup, Junaidi : Dukung Kebijakan Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Berita1043 Views

INFO’PERS

Jakarta|INFOPERS— Menyikapi perkembangan penyebaran Varian Omicron (B.1.1.5.2.9) yang telah terdeteksi di belasan negara dan ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant of concern, pemerintah telah memutuskan untuk memperketat ketentuan kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri.

Selain langkah tersebut, konsistensi penerapan kedisiplinan protokol kesehatan dan kepatuhan terhadap penggunaan aplikasi Peduli Lindungi juga terus ditingkatkan.

Upaya ini membutuhkan kerjasama dan dukungan dari masyarakat dengan cara memperketat prokes, memakai masker, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun, juga segerakan vaksinasi. Hal ini telah terbukti Indonesia salah satu negara yang berhasil menekan angka penularan dan kematian dari covid-19. Pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai upaya dan kebijakan menangani pandemi Covid-19 dengan titik berat pada sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

Terkait hal itu Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Independen Bela Rakyat (KIBRA) Junaidi yang akrab dipanggil Bang Jun mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam menangani virus corona di Tanah Air.

“Kita semua harus kompak, bahu membahu, tidak perlu saling menyalahkan, karena apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah juga telah mendapat masukan dari para ahli-ahli epidemiolog” ujarnya di Jakarta, Rabu (08/12/2021).

Sebagai salah satu komponen bangsa yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan sosial masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek, Bang Jun mengharapkan peran aktif generasi muda melawan pandemi Covid-19 salah satunya dengan memproduksi konten-konten positif di media sosial yang berisi informasi valid dan bermanfaat.

Sehingga nantinya masyarakat tidak mengalami kebimbangan dan kecemasan terkait upaya yang dilakukan oleh pemerintah demi suksesnya percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Disiplin protokol kesehatan yang akhir-akhir ini dinilai mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di tengah masyarakat.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Menjelang momen perayaan natal dan tahun baru (nataru) harus disikapi dengan saling mengingatkan bahwa pemakaian masker, pencucian tangan, jaga jarak, dan juga vaksinasi itu betul-betul harus dipatuhi karena manfaatnya bukan hanya untuk keselamatan pribadi tetapi juga orang lain yang ada di sekitarnya, tutup Bang Jun.(BR)