Mengenal Sekolah Bahasa Polri Lebih Jauh : “Banyak Terjadi Perubahan dan Semakin Berkembang Era Kepemimpinan Kombes Pola.Dhani Hernando”

Berita1433 Views

INFO PERS

Foto : Istimewa

JAKARTA – Tahukah Anda ternyata Polri memiliki Sekolah Bahasa? Lalu apa saja yang ada di Sekolah Bahasa dan mengapa Sekolah Bahasa didirikan ?

Sekolah Bahasa Polri yang berlokasi di daerah Cipinang Jakarta Timur diresmikan pada tahun 1994 berdasarkan surat keputusan Kapolri No.Pol.:Skep/437/IV/1994 Lemjarsa PTIK Polri divalidasi dan berubah nama menjadi Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri dengan mengajarkan bahasa Inggris di dalamnya.

Terhitung mulai tanggal 29 April 1994 dilaksanakan alih fungsi Mako Pusdik Log menjadi Sekolah Bahasa Polri yang dipimpin oleh Kolonel Polisi. Dra. Roosiana Sahusilawane. Seiring perkembangan, pada tahun 2004 di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Drs. Amhar Azeth (pernah menjabat Dubes RI untuk Rumania),

Sekolah Bahasa Polri, mulai mengajarkan bahasa Prancis, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Indonesia untuk polisi mancanegara yang akan belajar di Sespim Lembang Bandung. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September, Sekolah Bahasa Polri berubah nama kembali menjadi Sebasa (Sekolah Bahasa) Lemdiklat Polri hingga sekarang.

Sejak berdiri telah terjadi pergantian kepemimpinan di Sebasa sebanyak 11 kali sejak berdirinya. Banyak terjadi perubahan dan semakin berkembang, dimana kepemimpinan saat ini yaitu Kombes.Pol.Dhani Hernando,S.I.K.,M.H. yang menjabat sejak bulan April 2019.

Semenjak Kepemimpinan Transformasional, Era Kombes Pol.Dhani Hernando semakin meningkat.

Foto : Kombes.Pol.Dhani Hernando,S.I.K.,M.H.
Foto : Kombes.Pol.Dhani Hernando,S.I.K.,M.H.

Kedatangan Dhani Hernando, alumni Akpol 1993 Pesat Gatra, yang menguasai bahasa Inggris, Prancis dan Belanda serta banyak berpengalaman dengan penugasan internasional membuat Sebasa bertransformasi.

Dimulai dari manajemen media sosial dengan mengaktifkan kembali akun media sosial Sebasa (Instagram, Youtube, Facebook dan Tiktok), renovasi infrastuktur seperti penambahan kelas, akomodasi untuk peserta mancanegara dan penghijauan lingkungan.

Baca Juga  Situmba Memanas: Nama Oknum Polres Disorot, Dumas dan Alat Berat Dipertanyakan

Tidak hanya berhenti di situ, Dhani Hernando memberi nama “Bumi Poliglot Bhayangkara”, yang tertuang pada Surat Keputusan Kasebasa Nomor: Kep/04/II/2021 tanggal 19 Februari 2021. Istilah tersebut mengandung makna bahwa Sebasa merupakan tempat bagi Insan Bhayangkara yang memiliki keterampilan berbagai bahasa asing.

Untuk menghadapi Korean Wave yang sudah berpengaruh masif di dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Kombes Pol. Dhani Hernando mempunya ide brillian untuk membuka kelas bahasa Korea sebagai langkah prediktif sesuai dengan kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. PRESISI (Prediktif, Resposibilitas, Transparansi dan Berkeadilan).

Setelah disiapkan setahun, pada tahun 2022 Sebasa mempunyai program baru kelas bahasa Korea dan banyak anggota Polri yang berminat untuk mengikuti program tersebut.

Program unggulan Sebasa:
Web Learning dan Video Pembelajaran

Sebasa pernah mendapat penghargaan dari Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Ameiza Dahniel M.Si. pada tahun 2022. Untuk Program Web Learning dan Video Pembelajaran.

Web Learning yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 adalah efek dari pandemi Covid-19, yang merupakan gabungan dari webinar dan e-learning sebagai salah satu cara untuk berbagi informasi antara Sebasa dan anggota Polri, melalui aplikasi zoom.

Web Learning adalah program terbuka yang bisa diikuti oleh seluruh anggota Polri dan masyarakat umum, yang membahas tentang pengetahuan bahasa asing dan aplikasinya yang dipelajari di Sebasa.

Program yang sudah berjalan sebanyak 21 kali ini, sudah mendapat tempat tersendiri dikalangan anggota Polri yang tertarik bahasa asing.

Video pembelajaran adalah cara baru tenaga pendidik dalam menyampaikan sebuah materi dengan menyajikan audio dan visual serta berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran yang menarik. Video pembelajaran tersebut diunggah di chanel youtube Sebasa Polri Official.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Kontribusi Sebasa untuk Polri

Polri berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan anggota yang bergabung dalam misi PBB yaitu FPU (Formed Police Unit) dan IPO (Individual Police Officer). Untuk saat ini mereka ditugaskan di Frankofon (Negara yang berbahasa Prancis) seperti Republik Afrika Tengah, Kongo, Sudan Selatan dan Mali.

Sebelum pelaksanaan tugas di misi perdamaian, pasukan-pasukan Peacekeepers dibekali bahasa Prancis oleh pengajar bahasa Prancis Sebasa tentang cara berkomunikasi dalam bahasa Prancis dan tentang peraturan di misi PBB.

Selama ini kontingen Polri di Misi PBB selalu mendapat pujian dan apresiasi dari PBB dan kontingen Negara yang mengirimkan pasukan PBB karena persiapan yang hampir sempurna. Termaksud bahasa Prancisnya bahkan kemampuan bahasa Prancis FPU Indonesia dinilai yang terbaik oleh PBB diluar Negara Frankofon.

“Sebasa juga berkontribusi untuk membantu proses penyidikan tindak pidana di Bareskrim sebagai juru bahasa. Pada akhir tahun 2022 Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Drs.Agus Andrianto memberikan penghargaan kepada 9 Personel Sebasa yang membantu proses penyidikan sebagai juru bahasa antara lain (Inggris, Arab, Mandarin, Jepang).

Kompetensi Khusus Personel Sebasa

Bahasa asing merupakan kompetensi khusus yang dimiliki oleh personil SEBASA sehingga beberapa Duta Besar RI di Negara Sahabat dan Menteri/Pejabat Tinggi Negara meminta personel Sebasa untuk menjadi staff pribadi. Saat ini tercatat 6 personel Sebasa menjadi Staff Pribadi Duta Besar RI dan Menteri/Pejabat Tinggi Negara.

Program Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri

Guna menghasilkan hasil didik yang terampil Bahasa Asing, metode pembelajaran di Sebasa beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Metode pembelajaran nya tidak hanya di kelas tapi juga berkunjung ke tempat-tempat yang ada hubungan nya dengan yang dipelajari siswa seperti Kedutaan dan Lembaga Bahasa Asing.

Baca Juga  Menuju Tahun Politik, Sekjen KSPI Turut Serta Merawat Kamtibmas

Begitulah informasi Sekolah Bahasa Polri tempat untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing bagi anggota Polri, sehingga mereka bisa membuka cakrawala seluas-luasnya sesuai dengan tagline Sebasa “BAHASA JENDELA DUNIA”.()

Redaksi Media : IPRI / www.InfoPers.com / Ist.B.s

News Feed