Leksma Jayabaya Bersama Rakyat Menyalurkan Bakti Sosial

Berita1503 Views

INFO’PERS

Jakarta|www.infopers.com— Ditengah Pandemi Covid-19 tentu semua rakyat kesulitan dengan masalah perekonomian. Untuk mengatasi hal tersebut, Leksma Jayabaya berinisiatif mengadakan bakti sosial sosial(Baksos) sebagai bentuk kepedulian dan dharma baktinya ssbagai mahasiswa kalangan intelektual.

Dalam hal ini; Leksma Jayabaya turut andil membantu dan bekerjasama dengan pemerintah menyalurkan bantuan berbentuk beras seberat 3 ton.

Perihal ini mendapat apresiasi dukungan dari berbagai pihak diantaranya, seketaris umum BEM Republik Indonesia yaitu Muhammad Rafli, ketua umum Perempuan Milenial Indonesia, Nadia Y Putri, ada juga dari wakil ketua umum gerakan Pejuang Muda, Andre dan beserta turut andil dari jajaran Polisi Resort (Polres) Metro Bekasi.

Sejatinya, dalam hal bakso ini menyematkan dengan tagline bersama rakyat saling bahu membahu menghadapi dampak dari kesulitan ekonomi sebab bencana pandemi Covid-19

Seperti yang dikatakan salah seorang tukang ojek online(Ojol), B.Ringo-Ringo berpendapat bahwa hal ini sangat membantu “Dengan adanya bantuan sosial ini setidaknya sudah membantu saya, karena saya ngojek sudah mulai semenjak awal pandemi,” ujarnya mengatakan usai mendapatkan bakso, di Bekasi, minggu (26/9/2021).

Berikut juga dengan pendapat yang disampaikan seorang ibu rumah tangga, Br. Siregar yang mengucapkan terimakasih atas baksos yang diberikan dan hal ini menurutnya sangat membantu, “Karena tentunya saya sebagai ibu yang menghidupi keluarga bahkan hanya seorang diri, apalagi ditengah Pandemi Covid seperti kami sangat kesulitan dan hal ini sangat membantu,” pungkasnya mengatakan.

Melihat antusias masyarakat, Leksma Jayabaya sebagai pelaksana kegiatan tentu merasa sangat senang dan bangga bisa berkontribusi untuk rakyat secara langsung yang juga dapat meringankan tugas pemerintah.

“Kita sebagai kaum muda tentu harus bisa saling bahu-membahu untuk dapat mengurangi kesulitan rakyat, apalagi ditengah pandemi seperti ini, Oleh karena itu kaum muda sebagai garda terdepan juga harus mampu bersinergi dengan rakyat dan pihak-pihak terkait dalam mengatasi serta memutus mata rantai Pandemi Covid-19. []

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

[(Keterangan Gambar: Leksma Jayabaya salurkan bantuan sosial kepada warga di Bekasi, Foto;Istimewa, Bar)]