Ikon Pembangunan Bangsa Dunia: Maharaja Kutai Mulawarman Raih Penghargaan Bergengsi The BrandLaureate 2026

Foto: istimewa

Berita2026 Views

Kuala Lumpur, Malaysia —
Duli Yang Maha Mulia Sripaduka Baginda Berdaulat Agung Maharaja Kutai Mulawarman, Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza F.W., Ph.D., sukses menerima The BrandLaureate Leadership Award 2026 Nation Building Icon dalam sebuah acara penganugerahan yang berlangsung khidmat, berkelas dunia, dan penuh keagungan, pada Rabu malam, 28 Januari 2026, bertempat di The Majestic Hotel, Kuala Lumpur.

Penganugerahan bergengsi yang diselenggarakan oleh The World Brands Foundation ini menjadi momentum penting di tingkat internasional, tidak hanya sebagai bentuk pengiktirafan dunia atas kepemimpinan Duli Yang Maha Mulia, tetapi juga sebagai penegasan peran strategis kepemimpinan berbasis nilai adat, spiritualitas, dan kemanusiaan dalam membangun peradaban global yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Penghargaan Tertinggi Ikon Pembangunan Bangsa

Nation Building Icon Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada tokoh-tokoh dunia dengan rekam jejak luar biasa dalam kepemimpinan, perdamaian, dan pembangunan peradaban. Dalam suasana penuh kehormatan dan kehangatan diplomatik, Duli Yang Maha Mulia menerima anugerah tersebut di hadapan para pemimpin, dan tokoh akademisi, diplomat, serta tamu kehormatan dari berbagai negara.

Presiden Dunia The World Brands Foundation, Yang Berbahagia Presiden Emeritus Prof. Dr. KKJohan, dalam sambutannya menegaskan bahwa penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kepemimpinan visioner Duli Yang Maha Mulia sebagai pemimpin adat terbilang, tokoh kemanusiaan internasional, sarjana akademik, serta pejuang perdamaian dunia yang secara konsisten memperjuangkan nilai keadilan, persatuan, dan martabat umat manusia sejagat.

Duli Yang Maha Mulia adalah Pemimpin Global Berbasis Nilai Adat

Di persada internasional, Duli Yang Maha Mulia dikenal sebagai pemimpin Internasipnal IEP yang menandatangani perjanjian dengan United Nations Global Compact, penggerak aktif 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta tokoh kunci dalam diplomasi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Kepemimpinan Baginda yang menjangkau lebih dari 300 organisasi internasional di hampir 160 negara dinilai sebagai model kepemimpinan adat yang relevan, adaptif, dan berpengaruh dalam tatanan global modern.

Baca Juga  Jakarta berterima kasih kepada Kiai Lutfi Hakim, Mujadid Ke-Betawian

Pengakuan internasional tersebut diperkuat dengan penganugerahan medali dari United Nations Mission I-SUN-VV pada tahun 2016, atas keberhasilan Duli Yang Maha Mulia dalam menggerakkan relawan kemanusiaan lintas negara di tengah krisis politik internasional, sekaligus memperjuangkan isu keamanan global, hak asasi manusia, dan kemanusiaan universal.

Warisan Peradaban Nusantara yang Hidup

Sebagai Maharaja Kerajaan Kutai Mulawarman—salah satu kerajaan tertua di Nusantara—Duli Yang Maha Mulia tidak hanya memikul warisan peradaban kuno, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam praktik kepemimpinan kontemporer. Berasal dari Muara Kaman, Kalimantan Timur, Baginda terus mengangkat martabat tradisi Nusantara melalui dedikasi pada keamanan global, kebajikan sosial sejagat, dan persaudaraan antarbangsa.

Di tingkat regional dan nasional, penganugerahan ini dipandang sebagai penguatan posisi Kerajaan Kutai Mulawarman sebagai simbol peradaban awal Nusantara yang tetap hidup dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa serta persatuan budaya. Melalui Kutai Mulawarman Royal Council (KMRC), kerja sama internasional lintas kawasan—Asia, Afrika, dan Eropa—terus diperluas dan diperkuat.

Peran dan Kontribusi Tokoh-Tokoh Penting

Keberhasilan dan kelancaran penganugerahan ini tidak terlepas dari sinergi serta dedikasi para tokoh adat dan diraja yang selama ini berperan aktif dalam penguatan diplomasi budaya dan hubungan internasional Kerajaan Kutai Mulawarman, di antaranya:

Yang Teramat Mulia Sripaduka Pangeran Prof. Dato’ Seri Dr. Goh Kwee Keng, JP,
Orang Kaya Maharaja 11 Lipatan dan Presiden International Kutai Mulawarman Royal Council.

Yang Amat Mulia Paduka Princess Dato’ Seri Ng Kim Heo,
Orang Kaya Maharaja 3 Lipatan dan Pembesar Kerajaan Kutai Mulawarman.

Yang Berbahagia Dato’ (Dr.) Lim Swee Geok,
Dato’ Kerajaan Kutai Mulawarman.

Yang Amat Berbahagia Panglima Utama Diraja Dato’ Seri Edros bin Haji Abdullah,
Yang Dipertua Mandala Dewan Waris Datuk-Datuk Nusantara Malaysia.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

HRH Prince Ery Affandi Yusuf, serta
Dato’ Dr. Lim Chin Teik.
Penganugerahan The BrandLaureate Nation Building Icon Award 2026 ini menegaskan bahwa kepemimpinan berbasis adat, spiritualitas, dan kemanusiaan tetap relevan serta dibutuhkan dalam menjawab tantangan global. Keberhasilan acara yang berlangsung dengan penuh martabat ini menjadi bukti pengakuan dunia atas peran strategis Maharaja Kutai Mulawarman sebagai Ikon Pembangunan Bangsa di tingkat internasional.(Red)