Gugun Gumilar: Merawat Kerukunan, Menjaga Kemanusiaan

Berita790 Views

Infopers.com –  Kerukunan tidak lahir karena semua orang harus menjadi sama. Kerukunan tumbuh ketika perbedaan keyakinan mampu ditempatkan dalam bingkai saling menghormati dan kemanusiaan.

 

Pesan itu disampaikan Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., akademisi yang konsisten mendorong pentingnya toleransi, dialog, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman Indonesia.

 

Menurut Gugun, perbedaan agama dan keyakinan bukan alasan untuk membangun jarak antarmanusia. Setiap orang memiliki hak menjalankan keyakinannya, sementara pada saat yang sama wajib menghormati hak orang lain.

 

“Kerukunan bukan tentang siapa yang paling benar atau siapa yang harus mengikuti siapa. Kerukunan adalah bagaimana kita menghargai keyakinan orang lain, memberikan ruang untuk beribadah, dan tetap membangun hubungan yang baik meskipun tidak selalu sepemahaman,” ujar Gugun.

 

Ia menegaskan, Indonesia tidak dibangun untuk menjadi bangsa yang seragam. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika justru memberikan fondasi bahwa perbedaan merupakan bagian dari kekuatan bangsa.

 

“Kita boleh berbeda cara beribadah, berbeda keyakinan, bahkan berbeda pandangan, tetapi tetap bisa saling mendukung sebagai sesama manusia,” katanya.

 

Bagi Gugun, nilai toleransi tidak cukup berhenti sebagai wacana. Kerukunan harus hadir dalam kehidupan nyata: di lingkungan pendidikan, masyarakat, ruang publik, maupun dalam hubungan antarumat beragama.

 

Sebagai akademisi, ia melihat pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam menyikapi perbedaan.

 

Karena itu, dialog dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi penting untuk mencegah prasangka serta memperkuat persaudaraan kebangsaan.

 

Pandangan tersebut menjadi semakin relevan di tengah masyarakat yang terus menghadapi beragam perbedaan. Kerukunan bukan berarti menyeragamkan keyakinan, melainkan memastikan setiap orang dapat hidup berdampingan dengan aman, bermartabat, dan saling menghormati.

Baca Juga  Diduga Oknum Mengaku Wartawan Media Mabesnews Minta Uang Bulanan ke Toko Kosmetik, Aparat Diminta Tertibkan

 

Pesan Gugun sederhana, tetapi memiliki makna yang kuat: perbedaan keyakinan tidak boleh menghapus persaudaraan sebagai sesama manusia.

 

“Berbeda keyakinan, tetap satu kemanusiaan.”

 

Pesan itu menjadi pengingat bahwa merawat Indonesia bukan hanya soal menjaga persatuan, tetapi juga menjaga hati agar perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan.