Gugun Gumilar Dorong Mahasiswa Pascasarjana UHN Sugriwa Perkuat Riset dan Integritas Keilmuan

Berita106 Views

infopers.com – Pendidikan dan riset menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan dunia kerja. Hal tersebut disampaikan H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama, dan Pengawasan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru dan Matrikulasi bagi Mahasiswa Baru Program Doktor (S3) dan Program Magister (S2) Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, di Aula Pascasarjana, Minggu (6/9/2026).Denpasar, Bali (UHN Sugriwa)

 

Dipandu Moderator, Dr. I Made Arsa Wiguna, Sst.Par., M.Pd.H, dalam pemaparannya yang berjudul Membangun Kemajuan Ilmu Pengetahuan : Peluang dan Tantangan Indonesia Emas 2025, Gugun menekankan pentingnya mahasiswa pascasarjana memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Menurutnya, pendidikan tidak semestinya berhenti pada jenjang S2, tetapi perlu dilanjutkan hingga S3 apabila memiliki kesempatan dan dukungan, termasuk melalui program beasiswa. “Education is the key,” tegasnya, seraya mendorong mahasiswa untuk terus menanamkan kecintaan terhadap pengetahuan dan tidak berhenti mengembangkan kapasitas akademiknya.

 

Di hadapan Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si; Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag; dan Wakil Direktur, Dr. I Made Dian Saputra, S.S., M.Si, serta ratusan mahasiswa baru pascasarjana, ia juga menyoroti kondisi tingkat pendidikan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 57,3 persen masyarakat Indonesia berpendidikan di bawah SMA, 29,7 persen berada pada jenjang pendidikan menengah/diploma, dan hanya 13,1 persen menempuh pendidikan tinggi. Berbanding terbalik dengan beberapa negara, di antaranya Kanada, masyarakat yang menempuh pendidikan tinggi mencapai 64,7 persen, Irlandia 57,5 persen, Korea Selatan 56,2 persen, Luksemburg 54,4 persen, Inggris 53,8 persen, Australia 53,1 persen, Swedia 51,8 persen, dan dan Amerika Serikat 50,7 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.

Baca Juga  Ketum Sangha Mahayana Indonesia sampaikan Terima Kasih kepada Dirjen Bimas Buddha