GMPRI Mendesak Bupati Bogor Untuk Mengklarifikasi Perkataannya Dimuka Umum

Berita903 Views

INFO’PERS

[Foto:Istimewa]

JAKARTA– Ketua Departemen Media dan Informatika Dewan Pimpinan Agung ( DPA ) Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia ( GMPRI ) Feri menyayangkan perkataan seorang pejabat nomor 1 di Kabupaten Bogor ( Ade Yasin ) terhadap status Wartawan Asli dan Wartawan Bodong yang ditayangkan  di beberapa media atas aduan para Kepala Desa yang merasa risih terhadap keberadaan wartawan dan LSM yang selalu melakukan kontrol sosial di wilayahnya.

Perkataan tersebut disampaikan melaui rilis resmi Kabupaten Bogor. Dalam statmenya Bupati Bogor Ade Yasin merasa geram terhadap LSM tidak jelas dan wartawan yang tidak memiliki identitas alias “Bodrek” yang selama ini mengganggu kinerja Kepala Desa dengan mencari-cari kesalahan. Ia meminta, jika ada oknum seperti itu segera adukan ke pihak kepolisian. Hal tersebut dikatakannya kepada sejumlah Kepala Desa yang hadir pada kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Club House PT. SBI, Kecamatan Klapanunggal, pada Rabu (16/6/21).

Disamping itu Bupati Bogor menunjukan kepada kepala desa dirinya sedang membawa wartawan Asli bukan bidang.

“Saya bawa wartawan asli untuk meliput kegiatan Boling ini, biar mereka tahu kondisi di wilayah seperti apa. Nantinya yang merasa wartawan “bodrek” kalau liat wartawan asli pasti minggir. Dengan begitu bisa mengikis keberadaan wartawan “bodrek”, sehingga lama kelamaan akan habis” Kata Ade Yasin

GMPRI mengatakan perkataan tersebut tentunya melukai hati para wartawan lokal dan LSM yang berada di Kabupaten Bogor dan dapat mempecah belah persatuan wartawan sebagai kontrol sosial demi kemajuan Kabupaten Bogor.

” menurut saya perkataan tersebut tidak etis dikatakan oleh bupati, seharusnya para Kades ini melaporkan saja kepada pihak yang berwajib jika ada oknum yang mengancam dan mengganggu kinerja Desa “. Ujar Feri

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Masalah pemerasan itu tergantung dari kepala Desa menyikapinya, kata Feri jika Kades tidak salah mengapa takut dengan oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM.

” kenapa takut kalau gak salah, justru jika ketakutan tersebut disebarluaskan di mata umum, dapat merusak nama baik Pemkab dan Pemdes di Kabupaten Bogor”. Ungkapnya

Disilain Bupati Bogor mengatakan dirinya membawa wartawan asli, lantas wartawan yang tidak ikut dengan Bupati Bogor wartawan palsu atau bagaimana ?

” Ini yang saya sayangkan seharusnya Bupati Bogor jangan mengatakan saya bawa wartawan asli, karena menurut saya wartawan di Kabupaten Bogor itu banyak dan tidak sepenuhnya mengikuti setiap kunjungan Bupati”. Imbuhnya

Untuk itu GMPRI mendesak Bupati Bogor Ade Yasin untuk mengundang Semua wartawan dan LSM di Kabupaten Bogor  untuk memberikan klarifikasi atas perkataannya di media.

” Ya kami sebagai pemuda mahasiswa sebagai penerus bangsa meminta Bupati Bogor Ade Yasin mengklarifikasi dan meminta maaf kepada semua wartawan dan LSM di Kabupaten Bogor. Klo bisa undang semua “. Tegas Feri Putra Asli Kabupaten Bogor itu

Feri menambahkan, Jika hal demikian tidak dilakukan ( Mengundang dan mengklarifikasi ) akan berdampak buruk bagi Bupati Bogor dimata Wartawan dan LSM. Feri juga meminta kepada Pemda Kabupaten Bogor untuk merangkul semua wartawan yang ada di Kabupaten Bogor.

” kami pantau di semua grup di Kabupaten Bogor, isinya amarah dan pertanyaan dari wartawan dan LSM atas statment Bupati Bogor Ade Yasin, di sisilain bupati bogor harus memberikan solusi dan rangkulan kepada semua wartawan baik itu wartawan di media Nasional maupun media lokal”. Pungkasnya  ( bar/rls)