Dukacita Mendalam atas Wafatnya Tatang Priatna/ Kang Tatang Tea, Pejuang Komunikasi Rakyat

[Foto : Istimewa]

Berita1390 Views

INFO  PERS

 Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kita tercinta, Rianto Tatang Priatna yang akrab disapa Kang Tatang Tea, anggota Cabang Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 24 Februari 2026 pukul 06.10 WIB di RSUP Fatmawati, dalam usia 66 tahun 5 bulan.

Kabar duka ini beredar luas melalui berbagai media sosial serta sejumlah forum komunikasi masyarakat, termasuk grup-grup WhatsApp, yang dipenuhi ungkapan belasungkawa dan doa dari sahabat serta rekan-rekan yang mengenal almarhum. Kepergian beliau menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan lingkungan perjuangan yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang tulus, hangat, dan penuh semangat pengabdian.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai tokoh komunikasi rakyat yang aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan dan sosial kemasyarakatan. Dedikasinya terhadap perjuangan rakyat tercermin dalam berbagai peran penting yang pernah diembannya, antara lain:

•Pengawas Presidium Indonesia Maju
•Dewan Pengawas Yayasan Keluarga Besar Pejuang 45 (YKBP45)
•Pendiri Surat Kabar Media Fokus Rakyat
•Inisiator Program Kartu Indonesia Makmur
•Pendiri sekaligus Dewan Pengawas Suara Rakyat Merdeka (SRM)

Melalui berbagai kiprahnya tersebut, almarhum dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat kecil dan membangun komunikasi kebangsaan yang sehat serta berkeadilan.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasinya, almarhum juga pernah menerima Kenang-kenangan Anugerah Komunikator 45 Kehormatan (Nop25). Penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan atas kontribusinya dalam membangun semangat komunikasi perjuangan yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Direktur Jalfad, Yang Mulia Jalaludin Tapaul, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum.

“Kami ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni segala dosa dan khilaf beliau serta menerima seluruh amal ibadahnya. Mendiang adalah sosok yang banyak meninggalkan kenangan dan keteladanan bagi kita semua,” ujar Jalaludin Tapaul dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga  Syair Dan Ramang Diduga Rekayasa Surat Tanah 16 Hektar, Bareskrim Turun Ke Labuan Bajo

Menurutnya, wafatnya almarhum dalam usia 66 tahun juga memiliki makna simbolik yang mengingatkan pada semangat perjuangan Angkatan 66, generasi yang dikenal memiliki idealisme, keberanian, serta dedikasi terhadap bangsa.

“Meninggal di usia 66 mengingatkan kita pada Angkatan 66. Semangat pengabdian dan perjuangan almarhum patut menjadi teladan bagi generasi penerus,” tambahnya.

Kepergian Kang Tatang Tea meninggalkan jejak perjuangan yang tidak akan mudah dilupakan. Ketulusan sikap, kesederhanaan hidup, serta komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat akan selalu dikenang oleh sahabat dan rekan-rekan seperjuangannya.

Kita semua mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dilapangkan kuburnya, diampuni segala khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadahnya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.(Red)

 

Tonton:

 

INFO  PERS