DPD GMPRI Minta Investigasi Longsor Adanya Dugaan Kuat Akibat Aktivitas Tambang dan Pengeboran Dekat Permukiman

Berita1708 Views

INFO  PERS

Foto : Istimewa

Desa Batuah, tgl —
Bencana longsor yang baru saja terjadi di Dusun Tani Jaya, Desa Batuah, mengakibatkan kerusakan parah pada salah satu rumah warga. Kejadian ini memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama karena lokasi longsor berada tidak jauh dari area yang diketahui selama ini menjadi lokasi aktivitas tambang dan pengeboran.

Ketua Bidang Pengorganisasian Masa DPD GMPRI KALTIM Andi Hafiz, juga sebagai pemuda Dusun Tani Jaya yang mewakili suara warga, menyampaikan pernyataan terbuka dan mendesak pihak dusun dan pemerintah desa untuk segera melakukan investigasi penyebab longsor secara terbuka dan transparan.

“Kami menduga kuat bahwa longsor dan kerusakan rumah warga ini berkaitan dengan aktivitas tambang dan pengeboran yang lokasinya sangat dekat dengan permukiman. Warga sudah lama merasa resah, dan kejadian ini membuktikan bahwa kekhawatiran itu bukan tanpa alasan,” Ucap Andi Hafiz

Warga menyatakan bahwa aktivitas berat yang berlangsung di dekat pemukiman berpotensi melemahkan struktur tanah. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya pengawasan dari pihak terkait serta tidak adanya sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana.

Andi Hafiz menyampaikan tuntutan warga Dusun Tani Jaya sebagai berikut:

1. Segera dilakukan investigasi resmi oleh pemerintah desa, didampingi tenaga ahli di bidang geologi dan lingkungan Secara transparan.

 

2. Evaluasi perizinan atas kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga.

3. Langkah cepat evakuasi dan bantuan bagi warga terdampak, termasuk pemulihan rumah yang rusak.

 

“Kami menyampaikan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama. Jangan sampai ada korban jiwa baru semua pihak Mengangap ini serius, Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan nyata,” tegas Andi Hafiz.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Warga berharap pemerintah desa prioritaskan keselamatan dan keamanan warga.