Buntut Dugaan Minimnya Transparansi Menu Non-Halal dan Kemacetan, Ratusan Pemuda Lengkong Bersatu Geruduk Restoran Naked Papa

Berita274 Views

infopers.com – Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Pemuda Lengkong Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Restoran Naked Papa di kawasan Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/8/2026). Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian tersebut dipicu oleh keberatan masyarakat terhadap dugaan minimnya transparansi informasi mengenai menu non-halal yang dijual restoran, serta sejumlah persoalan lain yang dinilai berdampak terhadap lingkungan sekitar.

 

Koordinator Lapangan Pemuda Lengkong Bersatu, Fahri Pradana, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya keterbukaan informasi kepada konsumen, khususnya terkait produk non-halal yang dipasarkan kepada publik.

 

Menurut Fahri, restoran tersebut menjual menu non-halal berdampingan dengan menu halal. Namun, pihaknya menilai belum terdapat penjelasan yang memadai mengenai sistem pemisahan bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga penyajian makanan kepada konsumen.

 

“Kami meminta pihak restoran memasang penanda atau logo non-halal yang jelas dan mudah terlihat di bagian depan restoran agar masyarakat memperoleh informasi yang jujur, terbuka, dan transparan sebelum membeli makanan,” ujar Fahri.

 

Ia menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan untuk menghambat kegiatan usaha, melainkan agar setiap konsumen memperoleh hak atas informasi yang jelas sehingga dapat menentukan pilihan sesuai dengan keyakinan dan kebutuhannya.

Soroti Komunikasi Manajemen

Selain menyoroti transparansi produk, massa juga mengkritik komunikasi yang sebelumnya dilakukan dengan pihak manajemen restoran.

 

Fahri mengungkapkan bahwa upaya dialog yang pernah dilakukan belum menghasilkan penyelesaian. Bahkan, menurutnya, salah seorang manajer restoran bernama Agus dinilai tidak membangun komunikasi yang baik saat menerima aspirasi masyarakat.

“Kami mendesak Agus selaku manajer yang dianggap tidak berkomunikasi dengan baik untuk dievaluasi,” katanya.

Baca Juga  Diskusi Publik "Untung Rugi Pilkada Tidak Langsung"

Tiga Tuntutan Massa

Dalam aksi tersebut, Pemuda Lengkong Bersatu menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak manajemen Restoran Naked Papa, yaitu:

  •  Memasang identitas atau penanda non-halal secara jelas dan mudah diketahui masyarakat.

Memprioritaskan masyarakat sekitar dalam proses rekrutmen tenaga kerja sebagai bentuk pemberdayaan warga lokal.Menghentikan penggunaan bahu jalan untuk aktivitas operasional restoran yang dinilai mengganggu fasilitas umum dan memicu kemacetan lalu lintas.

 

Menurut massa, tuntutan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara pelaku usaha dengan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Beri Ultimatum hingga Jumat

Di tengah berlangsungnya aksi, sejumlah perwakilan demonstran sempat diterima untuk berdialog dengan pihak manajemen restoran. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang dianggap memuaskan oleh massa.

 

Pemuda Lengkong Bersatu kemudian memberikan tenggat waktu hingga Jumat mendatang agar seluruh tuntutan mereka mendapat respons konkret dari pihak manajemen.

“Apabila hingga Jumat nanti tidak ada itikad baik dan tindak lanjut yang jelas dari pihak manajemen, kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar. Kami juga akan mendesak Pemerintah Daerah untuk menutup operasional Restoran Naked Papa apabila tuntutan masyarakat terus diabaikan,” tegas Fahri.

 

Menurutnya, langkah tersebut akan ditempuh sebagai bentuk desakan kepada pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap operasional restoran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menunggu Tanggapan Manajemen

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Restoran Naked Papa belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan maupun pernyataan yang disampaikan oleh massa aksi.