Berikut Tentang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2021

Berita, Hiburan1587 Views

INFOPERS

[Foto Bersama saat di Hotel Mercure Ancol,Jakarta Selatan, Ist]

Jakarta|www.infopers.com– Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2021 dilaksanakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin (18/10)

Adapun nominasi duta bahasa tahun 2021 diikuti 30 Provinsi yang ada di Indonesia. Pemilihan Duta Bahasa 2021 diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan,Kebudayaan ,Riset dan Teknologi Jakarta.

Acara pemilihan Duta Bahasa 2021 ini dimulai pada tanggal 14-19 Oktober 2021.

Sementara Duta Bahasa Nasional Terbaik 6 adalah Provinsi DKI Jakarta, dan Terbaik 5 adalah Provinsi Sumatera Barat (dipertahankan),serta terbaik 4 adalah Nusa Tenggara Barat. Dimana terbaik 4, 5 dan 6, peserta nominasi duta bahasa 2021 mendapatkan piagam/ plakat penghargaan dan uang tunai pembinaan sebesar rp. 6 juta, rp.5 juta dan rp. 4 juta .

Sedangkan Pemenang Terbaik 3 adalah Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan 8 juta rupiah, Terbaik 2 adalah Provinsi Banten mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah.
Terbaik 1 adalah Provinsi Jawa Barat mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar 12 juta rupiah.

Ivran Taufik dan Aurel dari Provinsi Jawa Barat Nominasi Terbaik 1 Duta Bahasa Tahun 2021.

Kepala Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan, ” Acara pemilihan duta bahasa tahun 2021 malam ini, tidak kalah semarak dengan pemilihan Putri Indonesia. Dimana masing peserta menyampaikan kata yang sangat abstrak dan bermakna,karena pikiran direplikan dengan bahasa.”

Mereka adalah tunas-tunas bangsa, yang akan melahirkan perubahan di masa yang akan datang, perjuangan mereka bukan proses yang pendek.

”Sebenarnya kami malu dgn pemberian hadiah kami,sama sekali tidak sepadan,namun ada sesuatu yang disematkan adalah nilai immaterialnya,telah tersemat bahwa kalian (Peserta nominasi-red) adalah orang yang terbaik, ” Tambah Prof. Aminudin Aziz.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Lebih lanjut Prof. Aminudin Aziz menjelaskan bahwa setelah acara ini selesai nanti, peserta yang menang di acara ini bisa langsung memulai aktifitasnya sebagai Duta Bahasa.

Aminudin Azis mengungkapkan Duta bahasa itu tidak mesti langsung mengumpulkan orang bertatap muka, terlihat ramai dan mereka ini anak muda bisa bekerja, anak muda yang memiliki cara yang unik dalam dunia mereka bagaimana mereka bisa bekerja terjun ke masyarakat dengan caranya misalnya melalui media-media yang bisa mereka buat. Misalnya konten-konten dalam media sosial diantaranya ada facebook,Instagram, You tube, Tiktok dan lainnya.
Mereka bisa mengajak sesuai dengan amanat atau mandat yang diberikan kepada para Duta bahasa ini.
Hal ini tidak perlu dikhawatirkan dengan adanya pandemi tetapi hal tertentu harus menerapkan protokol kesehatan.

Dalam mengadakan acara, misalnya di daerah-daerah level 1 yang betul-betul aman tetap diperkenankan untuk mengadakan kegiatan secara cepat dan langsung, tentu saja harus seizin Satgas covid daerah setempat.

Saat ini memang aktifitas mereka kebanyakan bisa dilakukan dengan menggunakan media daring.
Jadi yang kita harapkan dari mereka bisa lebih efektif.(Bar)