Agung Setiaji: Penataan Jaringan Fiber Optic Perkuat Infrastruktur Telekomunikasi Jakarta Timur

Berita264 Views

infopers.com – PT Alfa Nusantara Teknik melaksanakan ceremonial pemutusan jaringan utilitas fiber optic di Jalan H. Naman, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penataan infrastruktur jaringan telekomunikasi untuk mewujudkan jaringan utilitas yang lebih tertib, aman, rapi, dan terintegrasi.

 

Pekerjaan tersebut dilaksanakan atas penugasan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur melalui Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).

 

Dalam pelaksanaannya, PT Alfa Nusantara Teknik menangani pekerjaan galian sepanjang kurang lebih 3.500 meter dengan menggunakan metode boring katrek manual. Pekerjaan dilakukan pada kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter dengan memperhatikan kondisi lapangan, aspek teknis, serta keselamatan kerja.

 

Proyek yang dimulai pada 30 April 2026 tersebut berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Pelaksanaan di lapangan melibatkan rata-rata 50 hingga 60 pekerja dan menghasilkan pembangunan 18 jalur kabel sebagai bagian dari penataan jaringan utilitas telekomunikasi di kawasan tersebut.

 

Penataan ini melibatkan aset jaringan milik 14 provider, yaitu Morarepublic, FMI, Biznet, Balitower, Fastel, Icon Plus, Unicom, iForte, Xnode, Linknet, Quantum, Asianet, Telkom, dan Fiberstar.

 

Perwakilan Komisaris PT Alfa Nusantara Teknik, Agung Setiaji, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk mendukung penataan jaringan utilitas telekomunikasi secara profesional dan terkoordinasi.

 

“Pekerjaan ini kami laksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kami berharap penataan ini dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya infrastruktur telekomunikasi yang lebih tertib, aman, dan terintegrasi,” ujar Agung Setiaji.

 

Menurut Agung, penataan jaringan utilitas tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara jaringan telekomunikasi, pemilik aset, serta pelaksana pekerjaan di lapangan.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

 

“Koordinasi menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pekerjaan. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, proses penataan dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar,” katanya.

 

Dengan selesainya rangkaian pekerjaan tersebut, PT Alfa Nusantara Teknik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan dan penataan infrastruktur utilitas yang berkualitas. Penataan jaringan fiber optic di Jalan H. Naman, Pondok Kopi, Jakarta Timur, diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan infrastruktur telekomunikasi perkotaan yang semakin rapi, aman, tertata, dan mampu mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat.

 

Kegiatan ceremonial pemutusan jaringan utilitas fiber optic ini sekaligus menjadi penanda penting dalam proses penataan jaringan telekomunikasi di Jakarta Timur, dengan mengedepankan ketepatan pekerjaan, keselamatan, koordinasi, serta kepentingan publik.