Gugun Gumilar: Ilmu Harus Menjadi Jembatan Kerukunan Antar umat Beragama

Berita634 Views

infopers.com – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Gugun Gumilar, Ph.D., menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan, dialog, dan keterbukaan dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Gugun Gumilar saat menghadiri Ministerial & Stewardship Convention 2026 yang berlangsung di Basilea Convention Center, Tangerang, Banten. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang perjumpaan dan dialog bersama umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Gugun Gumilar berbagi pengalaman mengenai perbedaan suasana akademik di Barat dengan realitas kehidupan keberagamaan di Indonesia. Menurutnya, pengalaman di Indonesia memberikan ruang yang lebih luas untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

“Biasanya berhadapan dengan buku, dosen dan presentasi paper di Barat. Di Indonesia, kita berhadapan dengan ribuan umat setiap kali mendapatkan undangan dari teman-teman Kristen dan Katolik,” ujar Gugun.

Menurutnya, kehadiran dalam berbagai forum lintas agama bukan sekadar bentuk partisipasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi, memperluas pemahaman, serta memperkuat hubungan antarkomunitas keagamaan.

Gugun menyampaikan apresiasi kepada umat Kristen dan Katolik yang telah memberikan kepercayaan dan membuka ruang kebersamaan dengan Kementerian Agama.

“Terima kasih banyak atas kepercayaannya kepada kami dan Kementerian Agama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti hanya di ruang akademik. Ilmu harus mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, termasuk menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarmanusia di tengah keberagaman agama dan keyakinan.

“Semoga ilmu ini menjadi jembatan perbaikan hubungan baik antara Islam, Kristen dan Katolik,” tutur Gugun.

Gugun juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun bangsa. Perbedaan agama, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sekat yang memisahkan, melainkan menjadi ruang untuk saling mengenal, memahami, menghormati, dan bekerja sama.

Baca Juga  Surat Ulama Beredar di Kalangan Media: Pusat Maksiat Bergeser dari Mangga Besar ke Jakarta Selatan, Kadis Pariwisata Diminta Dievaluasi

“Mari kita membangun Indonesia yang lebih baik dan rukun,” tegasnya.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif serta membangun ruang dialog yang sehat bagi seluruh umat beragama.

Di tengah kemajemukan Indonesia, penguatan toleransi dan kerukunan menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa. Karena itu, dialog lintas agama perlu terus dirawat dan dikembangkan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi energi positif untuk membangun Indonesia yang damai, maju, dan harmonis.

Kementerian Agama untuk semua umat menjadi pesan penting yang dibawa dalam upaya memperkuat kehidupan keagamaan yang rukun, inklusif, dan saling menghormati.