Labura, Infopers.com — Dugaan aktivitas jaringan peredaran narkotika di Desa Sidua-dua, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kembali menjadi sorotan publik. Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebut praktik tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan dinilai sulit tersentuh penindakan.
Sejumlah warga menyebut dugaan aktivitas tersebut bukan lagi sekadar isu baru. Dalam percakapan masyarakat, beberapa nama bahkan mulai disebut sebagai pihak yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Di antaranya seseorang berinisial K yang disebut berada di wilayah Dusun V serta T yang menurut informasi warga disebut beroperasi di kawasan Dusun IV Padas, tepatnya di sekitar aliran Sungai Kualuh.
Selain itu, warga juga menyebut adanya sosok pemasok yang diduga berasal dari wilayah Aek Kanopan dengan inisial A.
Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan yang memerlukan pembuktian serta penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Nama Lain Juga Mulai Disebut
Tidak hanya itu, dalam percakapan warga juga muncul nama seseorang berinisial U yang disebut-sebut memiliki pengaruh dalam jalur distribusi barang haram tersebut.
Meski belum dapat dipastikan kebenarannya, informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut dugaan jaringan ini tidak hanya beroperasi di satu titik saja.
Beberapa warga bahkan menyebut dugaan peredaran tersebut disebut-sebut menjangkau beberapa wilayah lain seperti Kualuh Selatan, Kualuh Hulu hingga Aek Natas.
Jika informasi ini benar, maka dugaan jaringan tersebut dinilai memiliki pola kerja yang cukup rapi dan terstruktur.Warga: Seperti Sulit Tersentuh
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku heran karena dugaan aktivitas tersebut kerap menjadi pembicaraan masyarakat, namun belum terlihat adanya penindakan yang benar-benar memberikan efek jera.
“Susah mereka ditangkap. Kata orang-orang di sini mereka seperti sudah punya sistem sendiri. Kalau ada kabar atau laporan, mereka seperti sudah tahu duluan,” ungkap warga tersebut kepada wartawan.
Pernyataan tersebut menggambarkan adanya kekhawatiran masyarakat bahwa dugaan jaringan tersebut memiliki pola komunikasi yang membuat aktivitas mereka sulit terdeteksi.
Lokasi Disebut Tak Jauh dari Kantor Polisi
Hal lain yang menjadi perhatian warga adalah lokasi yang disebut-sebut sebagai salah satu titik aktivitas dugaan jaringan tersebut dinilai tidak terlalu jauh dari kantor kepolisian setempat.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa dugaan aktivitas tersebut masih terus menjadi pembicaraan warga.
“Itu yang membuat masyarakat heran. Tempat yang sering disebut orang tidak jauh dari kantor polisi,” ujar seorang warga.
Kapolres Diminta Turun Langsung
Melihat semakin banyaknya informasi yang berkembang di tengah masyarakat, warga berharap Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. dapat turun langsung melakukan pendalaman terhadap dugaan jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Menurut warga, keterlibatan langsung pimpinan kepolisian dinilai penting untuk memastikan proses penanganan berjalan objektif dan transparan.
“Kalau memang ada jaringan, masyarakat berharap dibongkar sampai ke akar-akarnya. Tapi kalau tidak ada, masyarakat juga perlu penjelasan agar isu ini tidak terus berkembang,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Menunggu Ketegasan Aparat
Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi yang berkembang di masyarakat tersebut masih bersifat dugaan dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Namun satu hal yang pasti, keresahan masyarakat kini semakin nyata. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan apakah dugaan jaringan peredaran narkotika tersebut benar adanya atau hanya sekadar isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Bagi warga Labuhanbatu Utara, persoalan narkotika bukan sekadar isu kriminal biasa. Jika dibiarkan, mereka khawatir bahaya narkoba akan semakin mengancam masa depan generasi muda di daerah tersebut.(Red/Tim)






