
INFO PERS
foto : istimewa
Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (DPP GMPRI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kiprah dan dedikasi H. Willgo Zainar, SE, MBA sebagai Komisaris Independen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Sosok beliau dinilai turut memberi kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan signifikan di tubuh perusahaan baja nasional ini.
Sebagai Komisaris Independen, H. Willgo Zainar dikenal aktif mendukung peran Komisaris Utama dan Direksi dalam mengawasi dan mengarahkan jalannya perusahaan, termasuk anak-anak usahanya.
Pengalaman panjang beliau di sektor industri dan pemerintahan menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola Krakatau Steel di tengah tantangan industri baja global.
Sebelumnya, nama H. Willgo Zainar telah dikenal luas di lingkungan BUMN. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia pada 2021 dan diangkat sebagai Plt. Direktur Utama perusahaan tersebut pada 2 Desember 2024.
Di dunia politik, ia juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra periode 2014–2019, khususnya di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan.
Lulusan Master of Business Administration in Marketing and International Business dari Armstrong University, Amerika Serikat ini juga aktif dalam berbagai organisasi kewirausahaan seperti HIPMI NTB (1980–1991), Asmindo (2000–2008), dan KADIN Jawa Tengah (2000–2008).
Di bawah pengawasan yang kuat dan dukungan strategis para pemangku kepentingan, termasuk H. Willgo Zainar, Krakatau Steel menunjukkan pertumbuhan positif. Anak perusahaan seperti PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) mencatatkan pengelolaan aset lebih dari USD 809 juta (sekitar Rp 13,41 triliun) dengan pendapatan kuartal I 2025 sebesar USD 51,91 juta dan laba USD 3,87 juta.
Sementara itu, PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK), yang berperan penting dalam penyediaan baja untuk sektor konstruksi, mencatat total aset USD 319 juta (sekitar Rp 5,29 triliun), dengan pendapatan USD 83,99 juta dan laba USD 1,09 juta pada kuartal I 2025. KBK kini menjadi pilar penting dalam rantai pasok industri baja nasional.
Baca Juga Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.
PT Krakatau Steel sendiri menargetkan penjualan konsolidasi baja hingga 1,7 juta ton pada 2025, meningkat 135 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini memperkuat posisi perusahaan sebagai tulang punggung industri baja Indonesia.
DPP GMPRI meyakini, dengan kehadiran figur kompeten seperti H. Willgo Zainar di jajaran komisaris, Krakatau Steel dan seluruh entitas anaknya akan mampu mencapai target strategis perusahaan, sekaligus berkontribusi besar terhadap kemajuan industri nasional.
(Bar)
Views: 986