Palu – Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Perisai Syarikat Islam melakukan kunjungan ke Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka menghadiri agenda pelantikan pengurus Perisai Syarikat Islam. Di sela-sela rangkaian kegiatan jelang pelantikan, pimpinan pusat Perisai Syarikat Islam menyempatkan diri mengunjungi Yayasan Merah Putih yang menaungi para penyandang disabilitas di Kota Palu.
Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan komitmen Perisai Syarikat Islam terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya dalam mendukung pemenuhan hak serta pemberdayaan penyandang disabilitas. Ketua Umum Perisai Syarikat Islam menyampaikan bahwa organisasi tidak hanya berfokus pada penguatan struktur dan konsolidasi internal, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Perisai Syarikat Islam harus menjadi garda terdepan dalam gerakan sosial dan kemanusiaan. Kehadiran kami di Yayasan Merah Putih ini adalah bagian dari ikhtiar untuk meneguhkan nilai-nilai kepedulian, keadilan, dan inklusivitas,” ujar Ketua Umum di sela-sela kunjungan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perisai Syarikat Islam menegaskan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari agenda perjuangan organisasi ke depan. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Perisai Syarikat Islam dan lembaga-lembaga sosial di daerah.
Pihak Yayasan Merah Putih menyambut hangat kunjungan pimpinan pusat Perisai Syarikat Islam. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan, seraya berharap adanya sinergi dalam program pemberdayaan dan pendampingan bagi penyandang disabilitas di Sulawesi Tengah.
Kunjungan kemanusiaan ini menegaskan bahwa pelantikan Perisai Syarikat Islam di Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran sosial dan keberpihakan terhadap kelompok rentan, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang diusung oleh Syarikat Islam
Post Views: 1,530
Baca Juga Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.