Santi Bataviani : Emansipasi Bukan Sekadar Sejarah, Melainkan Perjuangan Yang Terus Berlanjut Dari Generasi Ke Generasi Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Nasional1106 Views

Jakarta,Infopers.com – Peringatan Hari Kartini 2026 kembali menjadi ruang refleksi sekaligus penyemangat bagi perempuan Indonesia untuk terus melangkah maju. Sosok Raden Ajeng Kartini dikenang bukan hanya sebagai simbol sejarah, tetapi sebagai pembuka jalan bagi lahirnya generasi perempuan yang bebas berkarya di era modern.

Salah satu perempuan cantik yang hadir di acara peringatan Hari Kartini di Kantor DPP Kowani adalah
Santi Bataviani, perwakilan Lembaga Perempuan Dayakn hari Kar Nasional (LPD) DKI Jakarta, menyampaikan pesan kuat tentang perubahan zaman yang dirasakan perempuan saat ini. Ia menegaskan bahwa apa yang diperjuangkan Kartini di masa lalu kini telah membuka ruang luas bagi perempuan untuk berkembang.
“R.A. Kartini pada zamannya menulis di kegelapan Perempuan zaman sekarang, kita bisa berkarya di terang. Kita patut bersyukur karena jalan itu sudah dibuka oleh beliau,” ujar Santi di Kantor DPP Kowani Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Ia menggambarkan potret nyata perjuangan perempuan masa kini yang tetap tangguh di tengah berbagai peran. Mulai dari perempuan yang bangun sejak subuh membuka warung, ibu yang harus menghadiri rapat sambil menggendong anak, hingga mereka yang tetap menempuh pendidikan di usia yang tidak lagi muda.
“Perempuan hari ini adalah pejuang dalam berbagai bentuk. Ada yang berjuang dari jam lima pagi, ada yang tetap kuliah di usia 50 tahun. Semua punya jalan dan mimpi masing-masing,” lanjutnya.
Santi menilai , semangat Kartini kini hidup dalam bentuk yang lebih luas: kebebasan untuk bermimpi dan berjuang sesuai pilihan hidup masing-masing. Ia pun mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus melangkah tanpa ragu.
“Sekarang kita bisa leluasa berkarya dan menulis di terang, dengan perjuangan kita masing-masing untuk menggapai mimpi. Selamat berjuang, perempuan Indonesia. Sukses kejar mimpi-mimpi kalian,lanjutnya.

Baca Juga  Jaga Kamtibmas Kondusif, KSBSI Tegaskan Tak Ikut Aksi Aliansi Sejuta Buruh

Pesan ini menjadi pengingat bahwa “emansipasi bukan sekadar sejarah, melainkan perjuangan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi, dari kegelapan menuju cahaya”, pungkasnya.