Postidar – 98 Resolution Network Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Berbagi untuk Jaga Kebersamaan

Foto: Istimewa

Berita111 Views

INFO  PERS 

 

Jakarta – DPP Postidar 98 Resolution Network, Sabtu (3/10/2026), menggelar kegiatan pemberian bingkisan kepada warga di Kota Tangerang dengan mengusung tema “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Berbagi untuk Menjaga Kebersamaan.”

Acara tersebut dihadiri sejumlah pengurus DPP Postidar, antara lain Haris Rusly Moti, Ahmad Kailani, Turman P. Simanjuntak, Sulaiman Haikal, dan Agus Teddy Sumantri.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk syukuran atas dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan berdirinya organisasi Profesi Profesional Terpadu Indonesia Raya, yang disingkat Postidar 98 Resolution Network.

Postidar didirikan dengan tujuan mengisi momentum pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan cukup tinggi. Karena itu, kehadiran Postidar diharapkan ikut mendorong lahirnya kaum profesional baru yang dibutuhkan untuk mengambil peran dalam pembangunan sekaligus mempercepat proses pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari komitmen sosial dan bentuk rasa syukur atas dua tahun perjalanan kepemimpinan nasional, Postidar menggelar aksi kepedulian dengan membagikan paket sembako dan kebutuhan pokok kepada warga di Kota Tangerang.

Melalui kegiatan berbagi tersebut, Postidar ingin hadir secara langsung menyapa masyarakat, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, pengurus Postidar juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Tangerang dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Postidar juga mengajak masyarakat memberikan dukungan serta doa agar seluruh program kerja dan kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat berjalan dengan baik, lancar, dan tepat sasaran demi terwujudnya kesejahteraan rakyat secara merata.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Menurut Ketua Dewan Penasihat DPP Postidar, Haris Rusly Moti, desain kebijakan yang tengah dijalankan Presiden Prabowo berfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Semua potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia didorong agar kehidupan rakyat menjadi lebih sejahtera. Jika kita cermati, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hilirisasi, efisiensi BUMN, hingga pemberantasan korupsi tidak lain bertujuan untuk kemakmuran rakyat. Semangat Pasal 33 UUD 1945 menjadi ‘jiwa’ bagi pembangunan ekonomi Prabowo-Gibran,” jelas pria yang akrab disapa Moti tersebut.

Sementara itu, Turman P. Simanjuntak menjelaskan bahwa pemberian bingkisan kepada warga merupakan bentuk rasa syukur Postidar atas perkembangan ekonomi yang berlangsung selama pemerintahan Presiden Prabowo.

“Pemberian ini merupakan simbol bahwa pertumbuhan ekonomi harus dirasakan secara merata dan diratakan oleh kita semua,” ujar Turman.

Pada bagian lain, Sulaiman Haikal menilai pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan tumbuhnya kaum profesional.

“Kaum profesional inilah yang akan mengisi ruang-ruang pertumbuhan dengan keahlian dan sekaligus jaringan yang dimiliki. Tentu, jaringan yang harus dibangun kaum profesional tidak hanya domestik, tetapi juga regional dan internasional,” ungkap Haikal.

Agus Teddy Sumantri menjelaskan bahwa langkah Presiden Prabowo dalam mendorong kesejahteraan rakyat memiliki perspektif pembangunan yang berlandaskan semangat Pasal 33 UUD 1945.

“Prabowo menyatukan semua kekuatan dengan merangkulnya, mengajak semuanya bersama-sama membangun dan bekerja. Tidak melihat dari warna ideologi dan politiknya. Bagi Prabowo, profesionalisme adalah basisnya. Jadi, Postidar berdiri untuk mengejawantahkan pertumbuhan ekonomi berbasis persatuan nasional dan profesionalisme,” jelas Teddy.

Terkait dengan pembangunan jaringan profesional, Ahmad Kailani menilai kehadiran organisasi seperti Postidar penting untuk memperkuat peran sumber daya manusia dalam pembangunan nasional.

Baca Juga  Perihal Pahlawan Nasional, Selain Keluarga Soeharto dan Gus Dur, GMPRI Minta Juga agar Ketua MPR RI Undang Keluarga ini juga

“Tujuan kami mendirikan Postidar tidak lain adalah membangun visi bagaimana Indonesia yang lebih sejahtera tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia melalui skill yang dimiliki. Menyatukan visi dan aksi inilah yang hendak disatupadukan oleh Postidar,” tegas Ahmad Kailani. (red)