Pertajam Ideologi, Partai UKM Indonesia Luncurkan Mars dan Himne Berlirik Kerakyatan

Berita, Politik1663 Views

INFO’PERS

JAKARTA– Sebagai partai pendatang baru, Partai UKM Indonesia tidak bisa diremehkan begitu saja. Dengan sosok Ketua Umum Syafrudin Budiman SIP dan Sekjen DPP Partai UKM Indonesia Herdianti Puspitasari, S.Si dari kalangan milenial membuat partai ini gesit dan melejit di sosial media dan media online

Banyak kalangan pelaku UMKM, Koperasi dan Pedagang bergabung. Dibantu kalangan perempuan, disablitas, Milenial dan Media, Partai UKM Indonesia menjadi viral dan berhasil meraih simpati rakyat bawah. Untuk memperkuat dan mepertajam ideologi, Partai UKM Indonesia meluncurikan Mars dan Himne Partai UKM Indonesia berlirik ekonomi kerakyatan.

Syafrudin Budiman SIP Ketua Umum DPP Partai UKM Indonesia lahir dari kalangan aktivis mahasiswa, konsultan media dan politisi muda berpengalaman. Ia terdidik dan dikader diberbagai organisasi, baik intra kampus atau ekstra kampus, ormas dan orsospol.

Ia menjadi intelektual organik dengan menjadi politisi yang turun ke basis-basis rakyat. Orang menuduhnya kiri akan tetapi dia malah dibesarkan dikeluarga kanan, Islam taat berbasis modernis Muhammadiyah dan Masyumi. Kata pria kelahiran 21 Mei 1980 ini, negara Indonesia bukan negara agama dan bukan negara sekuler, akan tetapi kita adalah negara berketuhanan sesuai Pancasila dan UUD 1945.

“Orang salah menilai, saya bukan kiri dan kanan. Saya adalah Pancasilais, Ideologi Politik saya adalah Pancasila dan UUD 1945, dan Partai UKM Indonesia saya dirikan dengan asas Pancasila dan UUD 1945,” jawab Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman SIP kepada media, Rabu (09/06/2021) di Wet Coffe Jl Slamet Riyadi no 5 Kebon Manggis Matraman Jakarta Timur.

Kata Gus Din, Partai tanpa identitas Ideologi yang jelas seperti makan sayur tanpa garam. Bahkan seperti jiwa tanpa roh, dimana dia akan mati perlahan atau cepat. Ideologi adalah nafas dan pisau analisa perjuangan, dan partai politik adalah alat perjuangan.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

“Kita tidak bisa berjuang dan merebut kekuasaan secara demokratis tanpa partai politik. Bagaimana cita-cita, Visi-Misi dan tujuan bisa tercapai tanpa kekuatan politik. Oleh karena itu kita berserikat dan berkumpul di Partai UKM Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Bahagia untuk Meningkatkan Kesejahteraan Bersama,” jelas Gus Din dengan tajam

Partai UKM Indonesia sangat memiliki Ideologi yang jelas, tentu juga memilik basis yang jelas. Dimana basis garapannya adalah Pelaku UMKM, Koperasi dan Pedagang Pasar/Pedagang Kaki Lima. Ditambah basis garapan kalangan perempuan, disablitas, milenial dan kalangan media.

“Perjuangan kita tak muluk-muluk, Indonesia sejahtera, adil, setara secara ekonomi dan maju secara sumber daya manusia. Kami yakin simpati rakyat kepada Partai UKM Indonesia terus akan mengalir,” terang Kordinator Inisiator/Pendiri Partai UKM Indonesia ini.

Partai UKM Indonesia dilahirkan dengan Ideologi Pancasila dan UUD 1945 yang tentunya akan meneruskan cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Katanya, Partai UKM Indonesia lahir secara kolektif, dengan modal semangat dan profesionalisme bisa berjalan cepat, progresif, terpimpin dan terarah.

“Kita kuat karena didukung para pedagang, pengusaha, pekerja dan enterpreneur yang membantu perjuangan kami. Banyak orang bergabung dengan kesadaran mengisi formulir dan menyatakan bergabung dan bersedia menjadi pengurus. Inilah kekuatan kami sebagai Partai Kader,” pungkas Gus Din yang Sarjana Ilmu Politik lulusan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). (red)

Berikut Mars dan Himne Partai UKM Indonesia Ciptaan Agus Agoes Heumasse & Gus Din.

Mars PARTAI UKM INDONESIA
CIPT. Agoes Heumasse & Gus Din

 

Bangkitlah Kaum UKM
Bangkitlah Pengusaha
Bangkitlah Koperasi Indonesia
Majukan Ekonomi,
Sejaterahkan Rakyatnya
Jayalah Indonesia Jayalah

Bangkitlah kaum Pedagang
Bangkitlah perempuan
Bangkitlah Disabilitas Indonesia
Majulah Media Kita
Bangkitlah Milenial
Jayalah Indonesia Jayalah

Baca Juga  FABEM Maluku Apresiasi Kunjungan Wakil Presiden RI ke Ambon

Bersama Partai UKM Indonesia
Partai Kader
Sebagai Intekektual
Organik UKM
Bersama Partai UKM Indonesia
Berasas Pancasila
Berbasis Ekonomi Kerakyatan

Himne PARTAI UKM INDONESIA
Cipt. Agoes Heumasse & Gus Din

Bersama Kita
Majukan Ekonomi
Sejaterahkan Rakyat
Indonesia Majulah
Wahai Pengusaha
Para Pedagang
Bangkitkan Koperasi Indonesia

Kaum Perempuan Dan Kaum Millenial
Juga Media Kita
Bergandengan tangan
Bangkit Disabilitas Indonesia
Jaya Indonesia Jayalah

Bersama Partai UKM Indonesia
Rumah Untuk Kita
Berjuang untuk Rakyat
Bersama Partai UKM Indonesia
Berasas Pancasila
Berbasias Ekonomi Kerakyatan