Partai Hanura Gelar HUT ke -19 Tahun Simbol Kebangkitan

Berita, Politik1488 Views

Jakarta , Infopers.com – Ulang Tahun Hanura ke 19  dilaksanakan secara sederhana dan penuh khidmat  menyesuaikan kondisi bangsa yang tengah khawatir. OSO mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus mendoakan para korban serta memperkuat semangat kebersamaan sebagai satu bangsa.

“Hari ini kita rayakan ulang tahun Hanura dengan cara yang berbeda. Kita menyesuaikan dengan kondisi bangsa.

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Dr. H. Oesman Sapta Odang, menegaskan komitmen Partai Hanura untuk terus memperkuat persatuan nasional, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan awak media usai peresmian kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Partai Hanura di Jakarta, Kamis (8/1/2025).

Rangkaian acara peresmian diawali dengan kedatangan Ketua Umum Partai Hanura beserta rombongan yang disambut sajian budaya Betawi Palang Pintu sebagai simbol keterbukaan, penghormatan, dan kearifan lokal. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Ketua Umum sebagai tanda resmi digunakannya gedung kantor DPP yang baru.
Setelah itu, kegiatan berlanjut ke acara seremonial yang digelar di lantai 5 gedung DPP Partai Hanura. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh qori, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Partai Hanura serta prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian Partai Hanura selama 19 tahun.

Dalam sambutannya, Oesman Sapta menekankan bahwa cita-cita besar sebuah partai politik tidak cukup hanya disampaikan secara lisan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kepedulian terhadap rakyat. Menurutnya, pembangunan ekonomi dan sosial harus selalu berpijak pada nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita tidak boleh melupakan akar dan jati diri kita. Jangan terus-menerus berpikir tentang kesalahan masa lalu, yang paling penting adalah bagaimana kita memperbaiki keadaan dan membantu mereka yang sedang menderita,”pungkasnya.

Baca Juga  IKA UTU Gelar Silaturahmi Idul Adha 1447 H dan Lanjut Rapat Tiga Program Prioritas Alumni