JKSN DKI Jakarta Nyatakan Dukungan kepada Prof. Dr. KH. Asep Saefudin Chalim sebagai Rais ‘Aam PBNU

Berita1570 Views

Infopers.com — Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) DKI Jakarta secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Prof. Dr. KH. Asep Saefudin Chalim, M.Ag. untuk diamanahi sebagai Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mendatang. Dukungan ini merupakan hasil musyawarah dan pertimbangan mendalam para kyai, ulama, dan santri JKSN DKI Jakarta sebagai wujud tanggung jawab moral-keulamaan dalam menjaga arah perjuangan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

 

JKSN DKI Jakarta menilai bahwa dinamika dan tantangan yang dihadapi NU saat ini menuntut hadirnya kepemimpinan keulamaan yang kuat, independen, dan berwibawa. Sosok Rais ‘Aam diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman keilmuan dan keteladanan akhlak, tetapi juga mampu menjaga persatuan warga Nahdliyin serta meneguhkan NU agar tetap istiqamah pada Khittah 1926.

Ketua JKSN DKI Jakarta, Dr. H. Makhrus, M.Pd.I., menegaskan bahwa Prof. Asep Saefudin Chalim merupakan figur ulama yang memenuhi kualifikasi tersebut. Ia dikenal sebagai pribadi yang egaliter, terbuka, dan memiliki kapasitas keulamaan untuk merangkul seluruh elemen NU lintas wilayah, generasi, dan latar belakang.
“Prof. Asep adalah sosok ulama pemersatu yang menghadirkan keteduhan dan kebijaksanaan dalam kehidupan jam’iyyah,” ujar Makhrus.

Selain kapasitas keilmuan dan kepemimpinan, Prof. Asep juga dinilai memiliki kemandirian pribadi dan kelembagaan yang kuat. Sebagai pengasuh pesantren besar sekaligus tokoh pendidikan nasional, ia tidak bergantung pada kepentingan politik pragmatis, sehingga diyakini mampu menjaga marwah dan independensi NU dari berbagai kepentingan jangka pendek.

Kontribusi Prof. Asep dalam pengembangan pendidikan pesantren dan pengkaderan santri menjadi alasan penting dukungan JKSN DKI Jakarta. Melalui Pondok Pesantren Amanatul Ummah serta peran aktifnya di berbagai lembaga pendidikan NU, Prof. Asep telah berkontribusi besar dalam mencetak kader umat yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional, sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Nahdliyin.

Baca Juga  Gugun Gumilar Rayakan Milad KH. Nasaruddin Umar ke-67, Doakan Sang Penjaga Harmoni Keberagamaan Indonesia

Dari sisi integritas pribadi, Prof. Asep dikenal sebagai ulama yang konsisten dalam berkhidmah dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dedikasinya dalam menginfakkan harta, tenaga, dan pemikirannya untuk pesantren, umat, dan jam’iyyah NU dilakukan secara ikhlas tanpa motif kepentingan pribadi, sehingga mencerminkan karakter kepemimpinan ulama yang berlandaskan keikhlasan dan amanah.

Secara historis dan nasab keulamaan, Prof. Dr. KH. Asep Saefudin Chalim merupakan putra dari KH. Abdul Chalim Leuwimunding, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yang memiliki kontribusi penting dalam sejarah perjuangan NU dan bangsa Indonesia. Latar belakang tersebut dipandang sebagai modal moral dan spiritual dalam melanjutkan estafet kepemimpinan keulamaan NU

Dukungan terhadap Prof. Asep juga menguat dari berbagai daerah dan elemen NU lainnya, termasuk JKSN di sejumlah provinsi, tokoh pesantren, akademisi, serta unsur badan otonom dan lembaga pendidikan NU. Mereka menilai Prof. Asep sebagai figur yang mampu menjaga keseimbangan antara tradisi keulamaan, penguatan kelembagaan, dan tantangan modernitas.

“NU membutuhkan Rais ‘Aam yang alim, mandiri, berani menjaga khittah, dan tulus berkhidmah. Kami meyakini Prof. Dr. KH. Asep Saefudin Chalim adalah sosok yang tepat untuk memikul amanah besar tersebut,” tegas Dr. H. Makhrus, M.Pd.I.

Melalui dukungan ini, JKSN DKI Jakarta berharap Muktamar NU ke-35 dapat melahirkan kepemimpinan keulamaan yang kokoh, bermartabat, dan maslahat, sehingga Nahdlatul Ulama tetap berdaulat dalam sikap, konsisten dalam khidmah, dan berperan strategis dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan di Indonesia.