Ingat, HIPMI Muna Akan Selenggarakan Muscab, Ini Kata Ikhsan Jamal 

Foto bersama, tampak Ikhsan Jamal pertama dari kiri, Ist
Foto bersama, tampak Ikhsan Jamal pertama dari kiri, Ist

INFO’PERS

Foto : Istimewa

JAKARTA- Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Muna bakal menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) periode 2024-2026, dalam rangka memilih Ketua Umum serta menyusun kepengurusan baru lainnya.

“Muscab ini InsyaAllah akan dibuka secara resmi oleh Alvian Taufan Putra sebagai Ketua Umum HIPMI Sulawesi Tenggara,” Ujar Ikhsan Jamal kepada redaksi media (19/6) di Jakarta.

Besar harapan pihaknya dengan melalui pelaksanaan Muscab ini supaya kedepan nya akan menghasilkan kepengurusan, rumusan, rekomendasi, ide, gagasan serta pemikiran-pemikiran besar dan program kerja HIPMI Kabupaten Muna sebelumnya.

“Mengingat HIPMI merupakan organisasi mitra pemerintah daerah yang secara terus menerus bersinergi guna membangun kekuatan dan kebersamaan dalam mewujudkan wirausahawan muda yang profesional, inovatif dan berdaya saing, demi menjadi pengusaha yang tangguh, pengusaha yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” pungkasnya lagi.

Ikhsan Jamal mengungkapkan bahwa dalam proses Muscab yang bakal di gelar HIPMI Kabupaten Muna tentunya kami akan membuka ruang sebesar-besarnya terhadap bakal calon Ketua Umum periode berikutnya dan kami pastikan bakal melakukan secara konsisten dan terbaik demi kepentingan organisasi.

Ikhsan Jamal juga menegaskan bahwa organisasi HIPMI adalah rumah bersama dan tidak ada satu orang pun yang di perbolehkan untuk cawe-cawe di luar internal HIPMI. “Artinya bahwa ketika rumah kita kotor maka yang membersihkan adalah kita sendiri bukan orang lain,” himbau nya.

Adapun beberapa nama yang di gadang-gadang untuk maju sebagai Ketua Umum di antaranya Muh.Enrico Emhas Tuna,S.H, Muhammad Iqbal S.T, La Ode Fadry Rifai, S.M, La Ode Muh. Isra Jaya, S.T.,M.Eng., dan Siswono S.H.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

“Dan tentunya ke 5 orang ini memiliki hak yang sama dalam merebut posisi sebagai Ketua Umum, dan dalam proses muscab ini kami akan mengacu dan berpegang teguh pada Ad/Art organisasi tanpa terkecuali,” tegas dia mengakhiri penjelasannya.

Redaksi Media : IPRI / www.InfoPers.com / Ist