Ihsan Abdul Haq sampaikan ini ketika Audiensi dengan Kanwil Kemenag DKI Jakarta

Berita1065 Views

Ihsan Abdul Haq sampaikan ini ketika Audiensi dengan Kanwil Kemenag DKI Jakarta

Jakarta  – Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Jakarta laksanakan giat audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama DKI bertempat di kantor Kementerian Agama DKI ruang pertemuan  beralamat Jl. DI. Panjaitan No.10 Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta 17/2/25

Perlu diketahui,kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas urgensi dan  peran pemuda dalam menjaga dan memperkuat toleransi beragama di Indonesia dan juga  menggali peluang kolaborasi melalui program Wisata Religi yang diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan antar umat beragama.

Dikatakan, oleh Ketua Hima Persis Jakarta Ihsan Abdul Haq menyampaikan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan karakter bangsa, terutama dalam membina sikap toleransi antar umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk Ia juga menekankan pentingnya mengedukasi generasi muda untuk lebih terbuka dan menghargai perbedaan, sehingga menciptakan kerukunan dalam kehidupan beragama.”Ucap Ihsan Abdul Haq

Dr. H. Adib., M.Ag, menyampaikan dalam sambutannya merepon dan sangat apresiasi niat dan langkah Hima Persis Jakarta untuk mengajak pemuda lebih aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi, selain itu dikatakan  bahwa Kemenag DKI Jakarta mendukung penuh upaya ini dan akan siap untuk berkolaborasi dalam berbagai program yang bertujuan mempererat hubungan antar umat beragamasalah satunya melalui Wisata Religi.”Ungkap Dr. H. Adib

Adapun Program Wisata Religi yang diusulkan bertujuan untuk mengajak masyarakat terkhus generasi muda untuk mengunjungi dan belajar tentang tempat-tempat ibadah yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang amat sangat tinggi.

Wisata Religi ini bukan hanya berfokus pada aspek spiritual melainkan juga sebagai sarana untuk membuka wawasan tentang keberagaman agama dan budaya yang ada di Indonesia.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

Pada kesempatan tersebut, kedua pihak juga mendiskusikan berbagai kegiatan bersama yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, mereka berharap bahwa program-program seperti ini dapat menjadi wadah yang efektif dalam memperkenalkan nilai toleransi dan saling menghargai di kalangan generasi muda.

Sebagai informasi tambahan, Hima Persis Jakarta dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta sepakat untuk segera merancang program konkret yang melibatkan berbagai elemen pemuda, organisasi masyarakat, dan lembaga agama dalam rangka memperkuat pesan toleransi beragama danmemperkenalkan kekayaan kebudayaan Indonesia melalui kegiatan Wisata Religi.** red