Gugun Gumilar Tegaskan Pentingnya Persatuan Umat Beragama: Toleransi Harus Dijaga, Bukan Dipertentangkan

Berita114 Views

Infopers.com – Staf Khusus Menteri Agama apresiasi sinergi kepolisian dan elemen masyarakat dalam merawat kerukunan. Ajak umat Islam dan Kristen memperkuat persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi.

 

JAKARTA — Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, menegaskan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan membangun komunikasi yang konstruktif di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pesan tersebut disampaikannya melalui unggahan media sosial yang menyoroti kolaborasi aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, aktivis toleransi, serta umat lintas agama.

 

Dalam unggahannya, Gugun menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, mulai dari Kapolri, Kapolda, Kapolres, Kapolsek hingga Kanit, atas kerja sama yang dinilainya baik. Ia juga memberikan penghargaan kepada para aktivis Aliansi Pemuda untuk Toleransi Beragama (APTB), Gempar, GKN, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan, serta umat Islam dan umat Kristen yang telah membantu Kementerian Agama RI.

 

Pesan tersebut menegaskan bahwa upaya menjaga kerukunan tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, dialog yang terbuka, serta komitmen bersama untuk memastikan perbedaan keyakinan tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah belah.

 

Menekankan Dialog, Ketulusan, dan Keberanian

 

Gugun juga menyoroti pentingnya kesabaran, negosiasi, ketulusan, pengetahuan, dan keberanian dalam menyelesaikan persoalan. Menurut pesan yang disampaikannya, upaya membangun komunikasi dan menyelesaikan persoalan membutuhkan proses, konsistensi, serta langkah nyata.

 

Sikap tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan yang menyangkut kehidupan masyarakat tidak cukup diselesaikan melalui perdebatan di ruang publik. Diperlukan komunikasi yang bertanggung jawab, pendekatan yang bijaksana, dan kesediaan seluruh pihak untuk mencari jalan keluar.

 

Ia turut menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang mengkritik pemerintah agar menyampaikan pandangan secara bertanggung jawab dan tidak berhenti pada saling melontarkan pernyataan. Pesan itu sekaligus menekankan pentingnya keseimbangan antara kritik, dialog, dan tindakan nyata.

Baca Juga  Klarifikasi pemberitaan Bupati Madina “Monopoli Pupuk Organik Tidak SNI” JAKARTA-Suarapancasila ID-Dapat kami jelaskan bahwa berita tersebut terlalu tendensius dan merupakan pemberitaan yang menyesatkan karena tidak secara utuh menginformasikan konteks acara dimana Bupati Madina menyampaikan ajakan untuk menggunakan pupuk PT. Basimbah Tani Rantau Prapat. Bahwa Bupati Madina mengundang seluruh Koperasi Plasma Sawit sebagai salah satu entitas bisnis/usaha yang turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Masyarakat dalam rangka silaturahmi sebagaimana lazimnya Bupati melakukan pertemuan dengan elemen masyarakat lainnya. Silaturahmi dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 September 2025 di pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal. Pada acara tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan beberapa pesan penting antara lain: Yang pertama, dalam rangka menjaga kondusifitas daerah di Bumi Mandailing Natal pasca terjadinya demo mahasiswa yang berujung ricuh di beberapa tempat di tanah air, Bupati menyampaikan pesan dari Mendagri kepada Masyarakat terutama anggota koperasi melalui ketua atau pengurus yang hadir, “untuk menjaga kondusifitas di Kabupaten Mandailing Natal yang hingga hari ini masih tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.” Kedua, dalam kaitan Pembangunan sawit berkelanjutan secara khusus pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan oleh-oleh dari Jakarta yang didapat dari pertemuan dengan Kepala BPD PKS (Bapak Eddy Abdurrahman) yang sangat bermanfaat bagi Pengurus Koperasi Plasma dan seluruh anggota yaitu: Agar para Pengurus Koperasi dapat menyebarluaskan informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak pelaku perkebunan sawit, sehingga peluang ini dapat dimanfaatkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat bahwa tahun ini siswa yang lulus dan mendapatkan beasiswa sawit hanya 10 (sepuluh) orang. Adanya program capacity building bagi para pelaku perkebunan sawit yang akan sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan perkebunan sawit. Untuk membantu produktifitas perkebunan sawit Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk dapat memanfaatkan program bantuan sarana dan prasarana bagi Perkebunan Sawit. Program selanjutnya adalah adanya bantuan peremajaan sawit rakyat (PSR), untuk tanaman sawit yang sudah tidak produktif berusia diatas 25 (dua puluh lima) tahun. Ketiga, pada acara tanya jawab Bupati yang didampingi Sekda, Kadis Koperasi UKM, Kadis PMPTSP, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus Plt. Kadis Pertanian yang hadir menginventarisir permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Plasma. Bupati pada kesempatan dialog dimaksud, yang baru saja melakukan kunjungan bersama beberapa OPD ke Kebun Sawit milik H. Suyono sahabat lama Bupati Madina di Rantau Prapat, menyampaikan informasi hasil penggunaan pupuk organik yang diproduksi oleh PT.Basimbah Tani Syahdilata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah sawit dengan baik. Selanjutnya, Bupati menginformasikan bahwa pupuk ini telah banyak yang menggunakannya di Madina, dan bila Bapak-bapak berminat dapat menghubungi langsung perusahaan yang bersangkutan. Dari kronologi pertemuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita terkait Monopoli Pupuk Organik tidak SNI, adalah tidak benar dan tendensius karena informasi penggunaan pupuk Haji Suyono yang diproduksi PT. Basimbah Tani dengan SNI 7763:2018 muncul pada saat dialog dan bukan merupakan acara pokok dalam pertemuan dimaksud.

 

Umat Islam dan Kristen Diajak Tetap Bersatu

 

Salah satu pesan utama Gugun adalah ajakan kepada umat Islam dan umat Kristen untuk terus menjaga persatuan serta tidak mudah diadu domba.

 

Ajakan ini relevan dengan kehidupan bangsa Indonesia yang dibangun di atas keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial. Kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang sehat, dan tindakan yang mengedepankan kepentingan bangsa.

 

Perbedaan keyakinan seharusnya menjadi ruang untuk saling mengenal dan menghargai, bukan dimanfaatkan sebagai sumber konflik. Karena itu, peran tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dan generasi muda sangat penting dalam menjaga suasana yang damai dan harmonis.

 

Merawat Kerukunan Membutuhkan Kerja Bersama

 

Pesan Gugun Gumilar memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam merawat toleransi beragama. Pemerintah memiliki peran dalam membangun kebijakan dan fasilitasi dialog, sedangkan masyarakat berperan menjaga suasana kondusif melalui sikap saling menghormati dan menolak provokasi.

 

Pada akhirnya, keberhasilan menjaga kerukunan tidak hanya diukur dari minimnya konflik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan perbedaan secara dewasa, adil, dan bermartabat.

 

Semangat talk less, do more yang disampaikan Gugun menjadi pengingat bahwa komitmen terhadap toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Persatuan perlu dirawat setiap hari melalui kerja bersama, ketulusan, dan penghormatan terhadap sesama.

 

Indonesia yang damai tidak dibangun dengan mempertajam perbedaan, melainkan dengan memperkuat persaudaraan. Menjaga kerukunan umat beragama adalah tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa yang lebih harmonis, kuat, dan bermartabat.