Dari Semanggi 1998 ke Gedung Promoter, Wartawan Senior Peliputan Polda Metro Kembali Bernostalgia

Berita47 Views

 

JAKARTA — Pertemuan sejumlah wartawan senior peliputan Polda Metro Jaya yang tergabung dalam Forum Wartawan Polri (FWP) di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya kembali membuka cerita panjang perjalanan jurnalistik mereka.

Mantan Ketua FWP, Naek Pangaribuan, bertemu dengan Nico Karundeng, Asriwal Hasibuan, Tommy, Edison Siahaan dan Dadang Sugandi. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab, diselingi cerita tentang pengalaman mereka ketika masih aktif meliput berbagai peristiwa besar.

Salah satu yang kembali dikenang adalah Reformasi 1998, termasuk situasi tegang di sekitar Jembatan Semanggi. Pengalaman meliput peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai wartawan yang banyak bersentuhan dengan isu keamanan dan kepolisian.

“Kami kembali mengingat perjalanan panjang saat menjalankan profesi sebagai wartawan. Mulai dari peristiwa Reformasi 1998, ketika situasi begitu tegang di sekitar Jembatan Semanggi, hingga berbagai peristiwa besar yang pernah kami liput bersama,” kata Naek, Kamis (10/9/2026).

Percakapan kemudian bergeser ke Polda Metro Jaya dan sejumlah mantan Kapolda yang pernah memimpin institusi tersebut, antara lain Nugroho Jayusman, Idham Azis dan Fadil Imran. Setiap periode kepemimpinan meninggalkan cerita tersendiri bagi para wartawan yang mengikuti dinamika kepolisian dari dekat.

Menurut Naek, pertemuan semacam itu mengingatkan bahwa perjalanan jurnalistik tidak hanya meninggalkan berita, tetapi juga relasi dan persahabatan yang terbentuk selama bertahun-tahun.

“Paling berharga dari perjalanan panjang sebagai wartawan bukan hanya berita yang pernah ditulis, tetapi persahabatan dan kenangan yang tetap hidup sepanjang zaman,” ujarnya.

Bagi Naek, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menjaga kembali silaturahmi dengan rekan-rekan seperjalanan. Ia berharap hubungan yang telah terjalin sejak lama tetap bertahan, meski para wartawan senior kini telah melewati berbagai fase dalam kehidupan dan profesinya.

Baca Juga  Tuduhan Polisi Kawal Rombongan Ormas dalam Kerusuhan Dinilai Spekulatif dan Menggiring Opini Menyerang Polri

“Ternyata, nostalgia dengan teman-teman satu profesi bisa membuat awak terasa muda kembali. Semoga persahabatan dan silaturahmi ini tetap terjaga,” katanya.

Foto bersama di depan Gedung Promoter pun menjadi penanda sederhana dari pertemuan tersebut. Di baliknya tersimpan perjalanan panjang para wartawan yang pernah berada di lapangan, menyaksikan berbagai perubahan zaman, dan mengabadikannya melalui berita.